PERSIB Seharusnya Runner Up
( Ditulis oleh Luzman Rifqi Karami )

.
Ada yang mirip antara Serie-A dan ISL musim ini. Sang juara sudah dipastikan saat musim menyisakan tga pertandingan. Di Serie-A Inter memastikan gelar tiga pekan sebelum liga berakhir. Begitu pula Persipura di ISL. Persaingan tinggal memperebutkan posisi runner up. Di Serie-A ada Milan dan Juventus. Sedangkan di ISL ada Persib dan Persiwa.
Menariknya, saat menyisakan satu pertandingan lagi poin kedua tim sama. Di Serie-A sebelum pekan ke 38, Milan dan Juventus sama-sama mengoleksi poin 71. Di ISL Persib dan Persiwa sama-sama mengoleksi 63 poin.
Saat pekan terakhir di ISL dan Serie-A keempat tim itu meraih kemenangan. Di ISL Persiwa akhirnya meraih posisi runner up. Hal itu didapat setelah Persiwa mengalahkan PSMS dengan skor telak 5-0. Sedangkan Persib walau sukses mengalahkan musuh bebuyutannya Persija Jakarta dengan skor 2-1 harus puas di posisi ketiga karena kalah selisih gol. (Persiwa 57-32=25, Persiwa 63-40=23).
Mari kita tengok ke Serie-A. Juventus 69-37=32, Milan 70-35=35. Selisih gol Milan lebih baik dibandingkan Juventus. Lalu mengapa Juventus bisa runner up? Itu karena semua kompetisi di Eropa termasuk Liga Champios, Liga Italia, Spanyol, Inggris, dan juga Piala Eropa menggunakan sistem head to head bukan selisih gol. Di pertemuan pertama Juventus mengalahkan Milan dengan skor 4-2, sedangkan di pertemuan kedua, kedua tim bermain imbang 1-1. Hal itu membuat Juventus berhak menduduki posisi kedua walaupun secara selisih gol kalah oleh Milan.

Menurut saya sistem ini lebih adil dan bisa menghindari tim yang dicurigai mengalah karena sudah tak memiliki kepentingan.
Jika sistem ini diterapkan Persib berhak menduduki posisi kedua. Di pertemuan pertama Persib dikalahkan Persiwa dengan skor 3-1. Sedangkan di pertemuan kedua Persib menang 2-0. Agregat sama kuat 3-3, namun Persib unggul gol away karena mencetak gol di Wamena.
Jika peraturan head to head yang digunakan Persib berhak menduduki posisi runnner up.
Selain dilihat dari situ pun saya rasa Persib lebih siap menjadi wakil Indonesia di kompetisi Asia dibanndingkan Persiwa. Hal ini karena Persiwa hanyalah tim jagi kandang. Kemenangan yang mereka peroeh karena memanfaatkan tingginya Stadion Pendidikan Wamena. Berbeda dengan Persib yang rekor tandangnya pun lumayn baik. Saya rasa seharusnya Indonesia mengikuti aturan head to head karena selisih gol sudah tidak zaman lagi.
Walau bgaimanapun kemenangan atas Persija selalu terasa spesial bagi bobotoh. Terlebih Cristian Gonzales pun sanggup menjadi top skor untuk empat kali secara beruntun walau kali ini harus berbagi dengan Boaz Salossa. Selamat untuk Persipura dan Persiwa yang akan mewakili Indonesia di kompetisi Asia. (Persiwa akan menjadi wakil Indonesia di AFC Cup jika Persipura meraih doubl winners) Moga tahun depan Persib bisa juara. Hidup Persib!!
***
Tulisan dapat dibaca juga disini.



sebetulnya saya juga berharap persib bisa jadi runner-up, spy ada wakil indonesia di asia musim depan yg bisa bermain di kandang sejatinya di hadapan suporter setianya. persipura dan persiwa kemungkinan tdk bisa memenuhi syarat afc utk bermain di stadionnya sendiri, tapi sptnya sdh ada rencana pemda mau merehab stadion mandala jayapura..
persib tai !!!