Bersiap memasuki musim BundesLiga 09/10
Selama mengikuti berita-berita transfer pemain bola di benua Eropa, sedikit sekali berita transfer pemain top yang masuk ke Jerman. Yang paling santer malah kepergian bintang top Bundesliga yaitu kepindahan Diego dan berita transfer tidak jelas mengenai Franc Ribery. Transfer pemain di Jerman memang tenggelam oleh transfer pemain antara Inggris-Italia-Spanyol. Berita kepindahan Ibra ke Barca. Berita kepindahan Cristiano Ronaldo ke Real Madrid. Berita kepindahan Kaka ke Real Madrid telah menenggelamkan hiruk pikuk tranfer heboh Mario Gomez ke Bayern Muenchen senilai 30M euro.
Akhirnya, mendekati musim Bundesliga 09/10, klub-klub bola Jerman malah memilih tidak mengeluarkan banyak uang untuk membeli pemain top.
Menurut analisa saya, bukan berarti klub-klub sepakbola top Jerman tidak memiliki uang. Tapi mereka sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Ada dua hal kenapa mereka berhati-hati dalam mengeluarkan uang untuk membeli bintang top:
1. Regulasi keuangan yang sangat ketat di sepakbola Jerman. Sri Lestari pernah membahas hal ini di artikel berjudul “BundesLiga Pantas Dijadikan Panutan” (lihat) :
Sebelum menjalani kompetisi, Bundesliga mengadakan regulasi soal kesiapan finansial sebuah klub sebelum menjalani kompetisi. Pada setiap akhir musim, klub-klub kontestan Bundesliga harus mengajukan izin kepada DFB untuk bisa tampil di musim berikutnya. Kebijakan tersebut diambil untuk pemeriksaan rutin terhadap kondisi keuangan setiap klub. Hanya klub yang kondisi keuangannya baik dan tidak bermasalah yang bisa kembali tampil. Kalau tidak, harus ada perbaikan.
Selain itu, DFB mempunyai akses terhadap seluruh dokumen transfer dan memiliki sistem untuk menilai kondisi klub yang berada dalam pengawasan. Do jerman, tidak boleh ada individu yang memiliki saham sampai 49% di salah satu klub Jerman.
Ketatnya peraturan mungkin membuat klub sepakbola jerman enggan membeli pemain top karena (bisa jadi) takut ketahuan uang-uang siluman yang mungkin mengalir kedalam klub bisa ketahuan.
2. Krisis ekonomi. Kenyataan ini tidak bisa dibantah. Banyak klub bola disupport oleh perusahaan yang banyak terkena imbas krisis ekonomi.
Ok. Sekian analisa sederhana saya mengenai kurang hebohnya transfer pemain di Bundesliga. Biarbagaimanapun, tetap bundesliga akan tetap nikmat untuk ditonton karena sepakbola jerman adalah sepakbola fisik.


