Awal yang Bagus, Arema

isl(Ditulis oleh Sri Lestari)

Kemarin (11/10) kompetisi kasta tertinggi di Indonesia, Liga Super Indonesia edisi ke-2 pun mulai bergulir. 18 tim bertarung untuk memperebutkan 1 trofi bergengsi. Tak terkecuali klub kebanggaan warga Malang, Arema. Klub yang berdiri pada 11 Agustus 1987 tersebut mengawali musim ini dengan menjamu Persija di stadion Kanjuruhan. Sedikit pesimisme pun tentunya terbesit dalam hati Aremania mengingat Persija adalah klub bertabur bintang. Tapi rasa itu berubah menjadi euforia karena Singo Edan mampu mengalahkan Macan Kemayoran dengan skor tipis 1-0. Merupakan debut yang indah pula bagi pelatih Robert Rene Alberts bersama Arema di ISL.


Laga Arema vs Persija kemarin sebenarnya juga sedikit beraroma dendam karena kubu Arema merasa ’sakit hati’. Pembajakan Mustafic Fachruddin dan Baihaki Kaizan oleh Persija meninggalkan luka tersendiri bagi Arema karena sebelumnya, dua pemain tersebut secara lisan sudah sepakat dengan manajemen Arema bahwa mereka akan berkostum Singo Edan musim ini. Tak dinyana, mereka ternyata ’pindah ke lain hati’.

Tapi apapun itu, saya sebagai warga Malang turut senang jika klub yang sekarang diperkuat duo andalan timnas Singapura, Noh Alam Shah dan M. Ridhuan tersebut meraih hasil positif. Semoga kemenangan di laga perdana ini bisa menjadi modal berharga bagi serdadu Singo Edan untuk menatap laga-laga selanjutnya. Semua warga Malang tentunya berharap, Arema bisa berprestasi musim ini setelah 3 tahun nirgelar.

Untuk ISL, saya berharap edisi kedua ini bisa lebih baik dari edisi pertama. Tak ada lagi perubahan jadwal, anarkhis, kinerja wasit yang kurang bagus, masalah stadion, dan lain sebagainya.

Bravo Arema!

Maju terus sepak bola Indonesia!

***

1 comment:

  1. Rumah Dijual, 12. October 2009, 16:44

    Minggu pertama ISL memang penuh kejutan, tim-tim besar banyak yang terjungkal. Contohnya Persib dan Persija yang notabene klub yang banyak mempunyai pendukung fanatik. Minggu pertama kompetisi memang terkadang sering menimbulkan nervous bagi para pemain. Namun sebagai pemain professional, hal seperti ini selayaknya diminimalisir.

    Seperti hal ini harus dijadikan pelajaran berharga, bahwa bisa jadi kemampuan dan kualitas tim peserta ISL saat ini memang cukup merata. Jadi jangan ada perasaan menganggap sebelah mata kepada tim yang dianggap medioker. Konsentrasi dan focus di setiap pertandingan wajib dilakukan oleh tim yang bertekad yang jawara di akhir musim.

    Dijual Rumah

     

Write a comment: