Gelagat Robinho Yang Patut Ditiru
Kita masih ingat bagaimana Robinho merengek-rengek terhadap klubnya, Santos, supaya diizinkan pindah ke Real Madrid. Akhirnya, setelah negosiasi yang alot, antara klub Santos, agen Robinho dan klub Real Madrid, disepakati klub Santos mendapatkan 60% dari nilai transfer Robinho ke Real Madrid (24 Juta Euro).
Ketika di Real Madrid, Robinho sukses mengantarkan Real Madrid juara La Liga yang pertama kali baginya di tahun 2006-2007, Robinho kembali merengek-rengek minta dinaikan kontak baru. Namun pihak Madrid menolaknya.
Prediksi Juara Liga Inggris 2009-2010 (Opini Sederhana)

Sebentar lagi Liga inggris akan dimulai. Kalau boleh sedikit memberikan pendapat, kira-kira siapa yang bakal menguasai Liga Inggris? Yang pasti, tetap The Big Four alias Manchester United, Arsenal, Liverpool dan Chelsea. Biarpun Manchester City sudah belanja gila-gilaan, tetap, seperti yang sudah saya bilang, belum tentu berhasil.
Kalau boleh bicara, siapa diantara keempat klub tersebut yang bakal nongol jadi pemenang di akhir musim 2009-2010? Jawabannya…
Aroma baru Liga Inggris ala Carlo Anceloti
Tak lepas dari ingatan bagaimana Anceloti memberikan warna baru bagi Chelsea ataupun bagi Liga Inggris. Saya melihat hal itu ketika terjadi keputusan kontroversial wasit terkait Michael Ballack versus Patrice Evra. Wasit tak memutuskan benturan Michael Ballack dengan Patrice Evra sebagai pelanggaran dan bola tetap dimainkan.
Alhasil, akibat keputusan itu, wasit Chris Foy yang memimpin laga Community Shield antara Chelsea kontra Manchester United, Minggu (9/8/2009) malam WIB, langsung mendapat kritik dari manajer Manchester United Sir Alex Ferguson.
Titik pangkalnya adalah saat Chelsea mencetak gol kedua melalui Frank Lampard. Gol itu terjadi saat bek MU Patrice Evra tergeletak di lapangan akibat benturan badan dengan gelandang Chelsea Michael Ballack.
Tidak dibuangnya bola kepinggir lapangan oleh pemain Chelsea walau mereka tahu ada pemain yang tergeletak, saya meyakini bukan sifat pemain Chelsea sesungguhnya. Dibiarkannya pemain tergeletak dan bola terus mengalir, sudah pasti ada instruksi dari atasan untuk terus memainkan bola dan biarkan wasit memutuskan apakah pertandingan dihentikan atau tidak. Dan tidak bermaksud yang bukan-bukan, ini adalah permainan khas ala Italia. No Diving on football.
Ringrazio Carlo anceloti. La ringrazio per la sua fragranza di dare campionato italiano in English premiership.
***
Man Of The Match Community Sheild Manchester United vs Chelsea: Patrice Evra
Dalam pertandingan Community Sheild tadi malam antara Manchester United lawan Chelsea dan dimenangkan Chelsea lewat tos-tosan, blog Soccerlens menyatakan bahwa man of the match dari pertandingan ini adalah Ricardo Carvalho :
Nani played well until he left with an injury while Evans did a solid job in the back. Still, the Man of the Match was Carvalho, which must have been sweet for the man who became a bit of a forgotten figure last year. He did his usual solid job in the back and snuffed out numerous opportunities while demonstrating his scoring chops on the other end. Carvalho went a long way towards reminding everyone that he, and not John Terry, is the team’s best center-back when healthy.
Kalau dilihat dari sudut yang berbeda, Man Of The Match justru tidak jatuh pada Ricardo Carvalho. Menurut saya, Man of the match jatuh pada Patrice Evra. Kenapa? Karena dia memberikan hiburan yang cukup besar bagi penonton yang tidak terlalu menganggap penting pertandingan ini. Mari kita analisa satu persatu.
1) Gol pertama MU yang dilesakkan oleh Nani sebetulnya berkat Patrice Evra. Patrice Evra berhasil membuat gerakan tanpa bola dan membuat Nani mendapat ruang menembak.
2) Gol pertama Chelsea yang dilesakkan Ricardo Carvalho adalah berkat Patrice Evra. Entah dia berada dimana, yang seharusnya menjadi wilayah kekuasaan Evra, dibiarkan melompong dan berhasil digunakan sebaik-baiknya oleh Carvalho untuk menjadi sebuah gol.
3) Gol kedua Chelsea yang dilesakkan oleh Lampard juga buah dari ’diving’ Patrice Evra. Dengan pura-pura sakit karena ’disikut’ oleh Ballack, Chelsea malah mendapat peluang untuk mencetak gol. Dan peluang tersebut tidak disia-siakan Lampard untuk merubah kedudukan jadi 2-1 buat Chelsea.
4) Saat adu pinalti, Patrice Evra seperti memberi bola kepada Peter Cech. Tidak ada niatan untuk melakukan eksekusi pinalti. Mungkin Evra berniat untuk menipu, tapi gerakannya tidak terlalu mencolok sehingga Cech tidak tertipu dan dengan mudah menyergap tendangan Evra.
Karena itu, Chelsea harus berterima kasih pada Evra karena sering membuat overlapping yang tidak perlu dan menguntungkan Chelsea.
***
Menunggu Kiprah Pelatih Baru
( Ditulis oleh Luhur S. Pambudi )
Musim kompetisi 2008/09 di liga-liga utama Eropa belum lama berakhir. Arus transfer pemain mulai riuh rendah demi menyambut musim depan. Gosip yang beredar melibatkan sejumlah nama besar, seperti : Kaka, Cristiano Ronaldo, dan Zlatan Ibrahimovic. Sementara itu di sektor pelatih pun telah terjadi pembaharuan di sejumlah klub papan atas.
Chelsea (Inggris) menunjuk Carlo Ancelotti, yang sebelumnya menjadi pelatih AC Milan (Italia). Ancelotti pernah sukses membawa Milan meraih dua trofi Liga Champion hanya dalam lima tahun (2003 dan 2007). Roman Abramovic tentu sangat berharap pelatih asal Italia itu mampu mengulangi suksesnya ketika menangani Chelski. Menjadi yang terbaik di Eropa hingga kini masih menjadi obsesi utama sang Roman.


