Kenangan Mourinho
(Ditulis oleh Luzman Rifqi Karami)
Undian Liga Champions yang mengharuskan Mourinho bertemu dengan pasukan The Red Devils sepertinya akan membuka memori dia pada musim 2003-04. Pada saat itu ia sukses membawa Porto, tim yang sama sekali tak diunggulkan menjadi juara Liga Champions. Kebetulan lawan yang dihadapi pada babak 16 besar sama, Manchester United.
Jika tidak ada yang mengunggulkan Porto, salah satu faktornya adalah lawan-lawan yang dihadapi. Di babak penyisihan grup The Dragons bergabung di grup yang realtif berat bersama Real Madrid, Olympique Marseille, dan Partizan Belgrade. Madrid terakhir kali juara pada musim 2001-02 sementara Marseille juara pertama dan terakhir musim 1992-93.
Tanda-tanda Porto tak akan sukses tampak di pertandingan kedua babak penyisihan grup. Di kandang sendiri, mereka takluk 1-3 dari Madrid. Akan tetapi, itu merupakan titik balik kebangkitan Porto. Di pertandingan berikutnya Porto tak terkalahkan dan lolos ke babak knock out sebagai runner up di bawah Madrid. Tapi, Porto tetap dianggap sebagai underdog lantaran undian mempertemukan mereka dengan MU yang lebih diunggulkan.

Jose Mourinho -membawa Porto juara Liga Champions 2003-04
Kompetisi Liga Champions memang selalu berlangsung ketat. Butuh mental juara dan mental baja untuk memenangkan kompetisi ini. Walaupun tim bertabur bintang belum menjamin dapat meraih gelar juara.
( Ditulis oleh Ghozian Islam Karami Dalam Rangka Kontes Menulis Bolanova 4 )
Semenjak Mourinho datang ke Inter Milan, hingga hari Jumat kemarin belum satu kata bernada arogan pun terlontar dari mulut si the special one. Tapi Sabtu, melalui pemberitaan di Radio Anch’io Sport lewat LiputanBola.com, akhirnya 

