Zinedine Zidane, Sang Legenda
Siapa yang tidak kenal dengan bintang satu ini? Biarpun sudah tidak lagi bermain, namanya tetap dikenang. Dia adalah legenda. Dan legenda akan selalu diingat dan diperbincangkan sampai kapanpun.
Zinedine Yazid Zidane telah ditakdirkan untuk menjadi bintang besar. Zizou, panggilan lelaki Muslim kelahiran 23 Juni 1973 ini, dilahirkan di Marseille, dan dibesarkan di La Castellane. Meski ia lahir di Marseille, ia tak pernah bermain untuk klub di kota kelahirannya, Olympique de Marseille. Karir sepakbolanya justru dimulai dari klub AS Cannes dan Bordeaux.
Juventus kemudian menjadi tempat pertamanya di luar Prancis setelah membelinya dari Bordeaux senilai 3 juta pounds tahun 1996, dan itu adalah pembelian yang tercatat paling menguntungkan bagi Juventus, karena saat di klub Turin itulah nama Zizou bersinar, dan lebih bersinar lagi saat ia membawa timnas Prancis menjuarai juara dunia 1998 dan juara Eropa 2000.
Punya talenta besar, tapi sering tidak pernah cocok dengan kebutuhan pelatihnya. Itulah Javier Pedro Saviola. Saviola, yang biasa dikenal dengan si kelinci kecil, saat ini harus menerima kondisi yang tidak mengenakkan terkait dengan kurang puasnya Bernd Schuster dengan lini depan Madrid. Alhasil, Schuster telah meminta manajemen Los Blancos untuk merekrut seorang penyerang baru di bursa transfer musim panas mendatang. 
Wayne Rooney baru berusia 17 tahun dan 111 hari, ketika menggoreskan tinta sejarah sebagai pemain termuda yang memulai debutnya dengan balutan kostum St. George Cross. Rooney menetapkan standar baru di persepakbolaan eropa.
Alkisah kita kembali kurang lebih seperempat abad ke belakang, tepatnya di tahun 1984. Piala Eropa di tahun tersebut menjadi satu-satunya kebanggaan berkelas bagi Spaniard (panggilan kesayangan) publik matador di benua biru.
Tim Bolanova mengucapkan terima kasih untuk rekan-rekan pembaca yang telah mengikutsertakan tulisannya di 
1. Madrid tidak ADA Master Of Free Kick. Madrid memang memiliki peluang melalui tendangan bebas Julio Baptista yang berhasil diantisipasi Alexander Doni, namun, 2 kali Baptista mengeksekusi, 2 kali pula ia gagal. Padahal, jaraknya sudah sangat sempurna bagi seorang Master Of Free Kick untuk menghasilkan gol. Seandainya ada Wesley Sneijder, mungkin ceritanya akan lain. Iya. Seandainya…

