Antara Soeharto dan Juventus (Bagian II)
Ditulis oleh Luzman Rifqi Karami (Mahasiswa Fikom Unpad)
Setali tiga uang dengan Juventus. Klub ini sangat ditakuti pada masa jayanya. Direktur Umum Juventus saat itu, Luciano Moggi sangat lihai dalam membeli pemain. Pemain-pemain top dunia semacam Alessandro Del Piero, Gianluigi Buffon yang menjadi kiper termahal di dunia, Pavel Nedved, dan juga Fabio Cannavaro sempat didatangkan ke Stadion Delle Alpi. Dengan skuad yang penuh bintang tentunya tak sulit bagi Juventus untuk meraih berbagai macam gelar baik domestik maupun Eropa.
Namun, dibalik kesuksesan keduanya selalu diwarnai dengan kontroversi. Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik.
Kedua kata di atas diawali dengan huruf S. Hopefully, maybe they expect to be ended with Success. One is believe Soccer is success for itself, as they known for the most popular sports in the world. While Steve is maybe for the opposite side.
Ronaldinho mungkin tak menyangka penurunan performanya di Barcelona, sedikit banyak dibarengi penurunan prestasi yang dialami eks klubnya dari negeri Perdana Menteri flamboyan, Nicolas Sarkozy.
Tulisan ini mungkin subyektif, mungkin juga obyektif, yang jelas banyak selera dan emosi berbicara dalam artikel berikut ini.
Silahkan jawab 3 kuis bola ini.
Keberhasilan FC Porto “mengangkangi” Benfica dan Sporting Lisbon, memunculkan nama Lisandro Lopez sebagai aktor utama kebangkitan tim biru putih dalam meraih gelar juara Liga Portugal, untuk ketiga kalinya dalam 3 tahun terakhir.

