Pemain Bintang Bukan Arti Segalanya
Ditulis oleh Angga WP
Di abad 21 sekarang persepakbolaan dunia semakin maju. Banyak klub-klub sepak bola yang berlomba-lomba untuk meraih banyak prestasi baik di kancah lokal maupun di kancah internasional. Cara yang ditempuh sebuah klub untuk menyabet gelar salah satunya yaitu membeli seorang pemain yang telah berlabel "bintang". Memang pemain yang berlabel bintang dapat meningkatkan pamor bagi sebuah klub tetapi pemain bintang juga dapat membuat klub menjadi acak-acakan. Trend di era sekarang klub-klub berlomba-lomba dalam memperebutkan pemain bintang. Apalagi yang memperebutkan pemain tersebut adalah sebuah klub besar. Bila klub-klub besar telah mengincar seorang pemain biasanya klub besar itu akan melakukan apapun agar pemain itu dapat menjadi bagian dari tim tersebut. Tim-tim besar di Eropa seperti Real Madrid, Chelsea sangat berani sekali dalam mengucurkan dana transfer untuk merekrut pemain. Dalam pikiran sebuah klub besar biasanya menganggap bahwa pemain bintang dapat memberikan prestasi bagi sebuah klub.
Tim Bolanova mengucapkan terima kasih untuk rekan-rekan pembaca yang telah mengikutsertakan tulisannya di 
Setelah dilakukan penilaian yang benar-benar sulit, karena beberapa tulisan yang dinominasikan untuk menjadi pemenang juga sangat berkualitas, maka dengan ini, pemenang
Mungkin kita semua tahu bagaimana Milan sekarang ini menjadi salah satu team yang bermain monoton. Permainan lebih banyak bertumpu pada Kaka dan Pirlo, kalo mereka berdua “KO” maka Milan lebih dari 60% bakal mandul. Inzaghi dan Gilardino tipikal Oportunis sejati, yang kurang mampu berkreasi ketika para kreator di”KO” lawan. Kemampuan determinasi tinggi hanya ada pada Gattuso atau Ambrosini. Dan pertanyaan akan muncul sampai kapan mereka mampu begitu.

