Archive for the 'Kontes' Category

Kontes Menulis Bolanova Ditutup

LOGO_KONTES_MENULISTim Bolanova mengucapkan terima kasih untuk rekan-rekan pembaca yang telah mengikutsertakan tulisannya di Kontes Menulis Bolanova. Kita akan melakukan penilaian untuk menentukan penulis mana yang berhak menjadi pemenang. Pemenang akan diumumkan hari senin tanggal 14 januari jam 10 pagi.

Sekali lagi, kami menilai kelayakan pemenang berdasarkan komentar yang masuk. Jika banyak yang memberi komentar, berarti tulisannya menarik dan akan kami beri sebuah voucher belanja Carrefour 100 ribu. Namun, penilaian berdasarkan banyaknya komentar bukan angka mutlak. Jika komentarnya sedikit tapi bagi kami tulisannya = KW 1 alias kualitas satu, maka dia adalah pemenangnya.

Dengan ini, tepat pukul 24:00 tanggal 11 januari, kontes Menulis Bolanova ditutup.

Dan berikut daftar tulisan yang telah ikut ambil bagian:

Pato, Fenomena Baru Yang Sangat Ditunggu-Tunggu

Lusuhnya Sepakbola di Halaman Rumah Kita

Pelajaran dari FA Cup

Kejamnya Coventry City

Derita Masyarakat Indonesia

Portugal, Negara Spesialis Produsen Pemain Sayap

Akal & Nurani Mati, Sebuah Sistem Menemui Ajal

Korupsi Yang Didukung

Pasukan Hitam Pimpinan Redknapp

Persamaan Nasib Trezeguet Dengan Baggio?

Pato, Fenomena Baru Yang Sangat Ditunggu-Tunggu

Ditulis oleh Zulfrizal

LOGO_KONTES_MENULIS_BOLANOVA Pato atau lengkapnya Alexandre Rodrigues da Silva. Bagi saya secara pribadi, dia merupakan Fenomena baru yang sangat ditunggu-tunggu. Rasanya tanggal 13-01-2008 begitu lama datangnya. Tanggal yang dipercaya sebagai debut bintang baru Rossoneri.

Tapi dibalik harapan dan rasa penasaran tersebut terselip juga rasa khawatir. Khawatir bahwa tanggal tersebut bakal dilalui seperti halnya game Milan yang telah dilalui musim ini. Tanpa inovasi dan determninasi, yang akhirnya menghasilkan kekecewaan.

pato_1Mungkin kita semua tahu bagaimana Milan sekarang ini menjadi salah satu team yang bermain monoton. Permainan lebih banyak bertumpu pada Kaka dan Pirlo, kalo mereka berdua “KO” maka Milan lebih dari 60% bakal mandul. Inzaghi dan Gilardino tipikal Oportunis sejati, yang kurang mampu berkreasi ketika para kreator di”KO” lawan. Kemampuan determinasi tinggi hanya ada pada Gattuso atau Ambrosini. Dan pertanyaan akan muncul sampai kapan mereka mampu begitu.

Read more »

Kontes Menulis Bolanova Tinggal 2 Hari Lagi

LOGO_KONTES_MENULISKontes menulis Bolanova akan berakhir 2 hari lagi. Hingga saat ini, sudah 9 tulisan yang ikut ambil bagian. Bagi yang punya tulisan tentang bola dan ingin diikutsertakan, jangan ragu-ragu lagi, kirimkan saja ke alamat email ini: bolanova[at]bolanova.com.

Berikut tulisan yang telah disubmit oleh Bolanova:

Lusuhnya Sepakbola di Halaman Rumah Kita

Pelajaran dari FA Cup

Kejamnya Coventry City

Derita Masyarakat Indonesia

Portugal, Negara Spesialis Produsen Pemain Sayap

Akal & Nurani Mati, Sebuah Sistem Menemui Ajal

Korupsi Yang Didukung

Pasukan Hitam Pimpinan Redknapp

Persamaan Nasib Trezeguet Dengan Baggio?

Lusuhnya Sepakbola di Halaman Rumah Kita

Ditulis oleh Eka Nuryana

LOGO_KONTES_MENULIS_BOLANOVA Semangat nasionalisme terhadap suatu negara dan sepakbola acap kali berjalan berdampingan. Coba lihat saja, tatkala kesebelasan Inggris bertemu kesebelasan Argentina pada kejuaraan sepabola dunia misalnya, bisa dipastikan aroma nasionalisme menyeruak di sana. Duel musuh bebuyutan itu jelas akan mengingatkan kenangan dasyatnya perang Falkland ataupun Perang Malvinas (Bahasa Spanyol: Guerra de las Malvinas) di tahun 1982. Jika Argentina berhasil menekuk kesebelasan Inggris misalnya, maka bisa dipastikan jutaan rakyat Argentina akan memadati jalan-jalan di Buenos Aires untuk merayakan kemenangan itu. Mereka akan menggibarkan bendera biru-putih dan menyanyikan lagu kebangsaan negeri Tanggo, seakan mereka merayakan kemenangan pasukan perang negaranya.

Tidak masuk akal memang, tapi itulah realitas yang terjadi, sepakbola kadang mampu menjadi sihir yang mampu membakar api semangat nasionalisme dalam jiwa manusia. Bahkan di Jerman, sepakbola mampu membangkitkan kembali semangat patriotisme dan nasionalisme banyak rakyat Jerman yang selama ini merasa inferior dengan ke-Jermanan-nya. Mereka malu dan super minder dengan sejarah kelam Nazi pimpinan Adolf Hitler yang demikian rasis itu. Tapi kini, setelah Jerman cukup perkasa di ajang sepakbola sejagat itu, mulai merambat rasa percaya diri rakyat Jerman.

Read more »

Pelajaran dari FA Cup

Ditulis oleh Zulfikar Aleksandri

LOGO_KONTES_MENULIS_BOLANOVA Ada dua hal yang menarik pengamatan saya dari ajang Piala FA akhir pekan kemarin, yaitu bagaimana wasit bertindak sangat tegas dan tanpa kompromi atas pelanggaran yang berpotensi mencederai pemain.

Pada pertandingan Ipswich Town vs Portsmouth, wasit Mark Halsey menghukum straight red card gelandang muda Ipswich, Liam Trotter, setelah melakukan tekel keras kepada gelandang Pompey, Pedro Mendes. Pada pertandingan keesokan hari antara Burnley vs Arsenal, striker Burnley dan timnas Irlandia Utara, Kyle Lafferty, juga diberi straight red card oleh wasit Alan Wiley setelah mentekel keras Gilberto Silva.

Terlepas dari protes kedua manajer tuan rumah yaitu Jim Magilton dari Ipswich dan Owen Coyle dari Burnley yang menyatakan tekel pemain mereka dilakukan dengan satu kaki serta kondisi mental pemain mereka yang masih labil karena masih belia, Liam Trotter 19 tahun, Kyle Lafferty 20 tahun, wasit-wasit Inggris tampaknya sangat tegas dalam memimpin pertandingan dan melindungi pemain.
Read more »

Kejamnya Coventry City

Ditulis oleh Zulfikar Aleksandri

LOGO_KONTES_MENULIS_BOLANOVA Masih ingat kekalahan MU di tangan Coventry City di ajang Piala Carling 26 September tahun lalu? Kemenangan 2-0 pasukan Sky Blues di Old Trafford waktu itu mungkin sedikit diremehkan oleh publik karena United banyak menurunkan pemain cadangan. Kemarin, di ajang Piala FA, Coventry City kembali membuat kejutan dengan menghantam Blackburn Rovers 1-4 di Ewood Park (6/1/08).

Berbeda dengan United, The Rovers menurunkan tim inti saat menghadapi Coventry. Nama-nama seperti Brad Friedel, Brett Emerton Zurab Khizanishvili, David Bentley, hingga Benny McCarthy menjadi bukti. Sementara itu Iain Dowie menurunkan pemain-pemain intinya macam Gary Borrowdale, Jay Tabb, Michael Mifsud, dan Dele Adebola.
Read more »

Derita Masyarakat Indonesia

Ditulis oleh Arifin

LOGO_KONTES_MENULIS_BOLANOVA Saya heran dengan pengurus PSSI yang tak mau sadar diri, selalu terperosok ke lubang yang sama. Apakah tidak ada jalan keluar untuk mengatasi ini? Semua, ayo dong. Berpikirlah dengan jernih apa yang salah anggap salah dan apa yang benar lakukan. Apakah dengan mempertahankan Nurdin Halid maka sepakbola indonesia akan maju? Jika dipimpin oleh NH saja masih kayak begini, mengapa diteruskan?

Pepatah bilang jangan takut mencoba, kenapa kita tidak mencoba untuk memilih ketua baru, pengurus baru. Memang di tahun 2007, sepak bola indonesia berada di tahun yang suram, gagal di AFF cup, ASIAN cup, SEA Games, dan yang terbaru kita gagal lolos ke babak berikut kualifikasi piala dunia 2010 dan gagal pula mengirim wakil ke Liga Champions Asia. Itu memang sudah berlalu tetapi, bukan untuk dilupakan begitu saja. Seharusnya itu menjadi bahan untuk introspeksi diri.

Read more »

Portugal, Negara Spesialis Produsen Pemain Sayap

Ditulis oleh Agus Wahyudi

LOGO_KONTES_MENULIS_BOLANOVA Sudah sejak lama Portugal menempati kasta atas dalam persepakbolaan Eropa. Prestasi Portugal memang relatif kurang mentereng karena “hanya” pernah menjadi juara ketiga Piala Dunia 1966 Inggris dan finalis Piala Eropa 2004 di kandang sendiri. Tapi permainan yang ditampilkan tim ini mampu memukau penonton. Agak berbeda dengan tim-tim eropa pada umumnya yang lebih mengandalkan fisik, kecepatan dan kerjasama tim, timnas Portugal acapkali menampilkan permainan cantik ofensif melalui umpan-umpan pendek dengan tidak jarang memberikan keleluasaan pemain untuk berlama-lama mendrible bola dan mempertunjukkan skillnya. Pantas jika tim ini di sebut tim sambanya Eropa.

Timnas Portugal saat ini adalah merupakan tim generasi emas kedua setelah angkatan Luis Figo dkk. Data statistik menunjukkan bahwa dari 10 pemain timnas Portugal yang memiliki caps terbanyak, lebih dari separuhnya diisi oleh pemain generasi 1990-2007. Bahkan, dari delapan pemain yang menorehkan gol terbanyak untuk timnas Portugal, hanya Eusebio dan Nene yang mewakili generasi angkatan sebelum tahun 1990.

Read more »

« Previous PageNext Page »