Forget Spurs, say Hello to City !!!
Hasil seri 1-1 dengan Chelsea, bagi Hotspurs adalah sebuah pencerahan, namun bagi saya tidak ada ubahnya seperti lonceng kematian. Seperti sudah saya katakan dalam “Audere est Facere”, kans Spurs boleh dibilang punah sudah, jika gagal meraup 12 poin dalam 5 pertandingan perdananya.
Pendapat prematur ? Saya rasa tidak… Dengan kemasan pertandingan 1 musim penuh sebanyak 38 pertandingan, sudah cukup bagi saya untuk menilai kelayakan Tottenham untuk mengejar 4 besar demi kesempatan Liga Champions Eropa.
Kesimpulannya, Spurs gagal, dan tidak akan sanggup menembus peringkat 4 sebagai batas minimum peserta kejuaraan terbesar antar klub di Eropa tersebut. Untungnya penggantinya besar kemungkinan muncul dari tim medioker, di kota industri yang lebih dikenal dengan suporter lebih militan daripada the Londoners.
Ditulisan "
Kepindahan Robinho ke Manchester City telah memcahkan rekor transfer Liga Inggris. Lalu diikuti oleh Dimitar Berbatov. Berikut daftar 10 transfer tertinggi Liga Inggris:

Ditulis oleh Adhitya Warman
Audere est Facere… untaian kata-kata ini sempat terpampang jelas, sebagai identitas Lilywhites.
Tottenham Hotspur pada Kamis, 31 Juli, resmi memboyong pemain sayap Timnas Inggris yang bermain bersama Blackburn Rovers, David Bentley dengan fee transfer 15 juta pound atau sekitar Rp 273 miliar plus add-ons (besaran fee yang dihitung dari jumlah penampilan Bentley bersama Spurs) sebesar dua juta pound (Rp 36,4 miliar). Bentley yang akan genap berusia 24 tahun pada 27 Agustus mendatang mengikat kontrak selama enam tahun di White Hart Lane. Di lain pihak Spurs memberi Bentley gaji mingguan sebesar 50 ribu pound (Rp 910 juta). Dengan demikian, sampai 2014, Bentley menguras dana klub (dari fee transfer dan gaji) sebesar 32 juta pound (Rp 582,4 miliar). 

