Titi Ogah di-Michael Owen-kan
Syndrome di-Michael Owen-kan sedang menghinggapi diri King Henry, pasalnya dia jelas ogah bila kepindahannya ke El Barca lantas gagal menjewer si kuping gede.
Persis seperti yang dialami Michael Owen kala tega meninggalkan Liverpool menuju Madrid. Owen bahkan kini gak jelas juntrungnya karena sering dibekap cedera di The Magpies. Poor Owen. Poor You…
Nah itulah kenapa raja yang akrab disapa Titi itu, merengek minta dimaksimalkan sebagai penyerang lubang ketimbang menjadi sayap kiri, traumatik akan posisi sayap pernah dialaminya kala masih dielus elus Don Carletto di Juventus
Keinginan Thierry “Titi” Henry sebenarnya telah dijawab oleh si keriting pada laga melawan Real Zaragoza minggu silam.
Pada duel klasik itu, Titi ditemani “anak kemaren sore” di kiri dan “anak ajaib” di kanan, hasilnya adalah sebiji gol sederhana berhasil dia cetak.
Pada akhirnya Titi-pun sumringah sudah.
Apa yang harus saya katakan? Apa yang harus saya katakan?
Fabio Capello telah menunjuk Steven Gerrard sebagai pemimpin The Three Lions untuk pertandingan persahabatan versus Swiss di Wembley Stadium.
Barcelona berencana mendatangkan Jose Mourinho dan Cristiano Ronaldo. Apakah akan membawa dampak yang besar? Sebelum dijawab, kita lihat dulu skema perencanaan dari Barcelona ini.
Untung Madrid punya
Kalau di Kota Milan, Italia, ada dua klub yang berbeda kasta, Inter Milan adalah kasta pekerja sedangkan AC Milan adalah kasta menengah, yang selalu bersaing tidak ada habisnya, maka di Madrid pun juga ada. Atletico Madrid adalah perwakilan kasta pekerja sedangkan Real Madrid adalah perwakilan kasta menengah. Dan kedua tim ini tampil habis-habisan tadi malam di Vicente Calderon, stadion milik Atletico Madrid.
Baru saja bikin cemas manajemen Real Madrid dengan
1 pertandingan tidaklah cukup untuk menilai kapasitas seorang pemain sepakbola. Namun jika pertandingan tersebut adalah duel klasik tim besar, yang sarat muatan gengsi dan politis, pastilah bobotnya tidak sama.

