Archive for the 'Legenda Bola' Category

Edgar Davids pindah ke Inter ?

Kamis malam kemarin, BOLANOVA mencoba menjelajah kawasan Kemang, untuk mencari suasana baru. Kawasan tersebut, memang menjadi “pelarian” kaum pekerja kantoran dari kesibukannya sehari-hari.

Ternyata, takdir membawa kita tak jauh dari iklim sepakbola. Kami terhenti pada sebuah coffee shop. Tempatnya memang tidak sama sekali bernuansa sepakbola. Namun ada “bagian” tempat tersebut yang menawarkan keunikan tersendiri.

Read more »

Salute for Niels Liedholm

nils-liedholm.jpgSalah satu legenda AC Milan, Niels Liedholm menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 5 November 2007 silam.

Semasa hidupnya Liedholm tercatat sebagai salah satu dari segelintir personil Milan yang pernah menjabat sebagai pemain dan pelatih.

Read more »

Arsenal Sekarang=Brasil?

Permainan yang disuguhkan Arsenal musim ini benar-benar memikat. Selepas ditinggal maestronya Thierry Henry ke Barcelona, anak-anak muda yang di musim sebelumnya seolah-olah masih mejan dan terlihat ingusan, kini mulai menemukan bentuk terbaiknya. Cesc Fabregas, Adebayor, Theo Walcott, Hleb, Eboue, Almunia, tumbuh menjadi kian matang. Bahkan pemain seperti Gilberto Silva yang belum 30 tahun pun jadi kelihatan tua dibandingkan anggota skuad lain semacam Denilson. Dan Silva pun kini musti merelakan posisinya sebagai pemain inti. Fabregas menyebutkan, Arsenal sekarang seperti Brasil. Pertanyaannya, Brasil era mana?

Read more »

DIEGO MARADONA “The GOD of Football”

maradona.jpgJangan mengaku pecandu bola, jika tidak kenal nama di atas. Pemilik nama lengkap Diego Armando Maradona, merupakan salah satu legenda terbaik dari dunia sepakbola. Bahkan pada tahun 2000, Don Diego terpilih sebagai pemain terbaik dunia abad ini dalam suatu polling yang dilakukan FIFA melalui internet.

Dengan tinggi tubuh “hanya” 166 cm (termasuk pendek untuk ukuran Eropa), Maradona kerap dipanggil si boncel. Namun jangan tanyakan aksinya di lapangan.

Read more »

Amazing Goal by Van Basten

Dalam final Piala Eropa 1988, Belanda mengalahkan Uni Soviet dengan skor 2-0. Salah satu gol Belanda waktu itu dicetak oleh sang maestro, Marco van Basten.

Sebuah umpan dari sisi kiri lapangan, dilakukan oleh Jan Wouters, van Basten yang sedang berlari kencang, menuntaskan umpan dengan sepakan first timer volley yang terukur, hasilnya adalah sebuah gol yang indah, memorable dan nyaris muskil untuk diciptakan.

Read more »

Steve “Macca” McManaman

mcmanaman.jpg

Masih ingat dalam benak saya, pada Piala Eropa 1996. Inggris selaku tuan rumah, yang mengusung motto “Football Coming Home”, memunculkan figur seorang winger, yang “menyebal” dari tradisi pemain sayap khas britania. Pemain tersebut tidak bermain “aman” dengan hanya melakukan sprint dalam arah tegak lurus dan melepaskan crossing. Beliau lebih suka menahan bola, menggiringnya, membawanya melewati satu atau dua pemain lawan, sebelum memberikan umpan manis bagi rekannya di mulut gawang.

Siapakah pemain tersebut ?

Read more »

Johan Cruyff “The Flying Dutch-Man”

johan.jpg

Johan Cruyff adalah Runner Up Pemain Sepakbola Terbaik di Abad ini. Sebuah gelar yang fenomenal, apalagi mengingat kiprahnya yang hanya mengikuti satu kali Piala Dunia saja, yaitu 1974. Hanya 1 Piala Dunia, tetapi turnamen tersebut mengangkat namanya ke seantero jagat sampai pada hari ini. Jawabannya karena Total Football.

Total Football adalah strategi permainan sepakbola menyerang dan bertahan, dengan mengutamakan rolling posisi. Secara harafiah, semua pemain dalam suatu tim, saling bergantian mengisi ruang kosong, sehingga seperti poros yang mengalir. Cruyff adalah ujung tombak dalam Total Football Belanda 1974 racikan koki Rinuls Michels. Read more »

“Der Kaiser“ Franz Beckenbauer

beckenbauer_con_trofeo.jpg Source : www.elmundo.es

Salah satu legenda hidup sepakbola yang namanya masih tetap harum sampai sekarang adalah Franz Beckenbauer. Memulai karir sebagai gelandang, Beckenbauer mendefinisikan posisinya sebagai sweeper modern. Di mana pada prakteknya di lapangan hijau, Beckenbauer tidak hanya menjalankan perannya sebagai distributor bola ke depan, tetapi juga melakukan tugas pertahanan, terutama dalam melakukan zona marking terhadap penyerang lawan. Boleh dibilang, Beckenbauer adalah pionir untuk menjalankan peran ganda tersebut.

“Sang Kaisar” merupakan pribadi terpilih yang sukses sebagai pemain dan sebagai pelatih. Sebagai pemain, beliau sukses membawa klubnya Bayern Muenchen menjadi Juara Liga 1972,73 dan 74, serta Piala Champions ‘74,75 dan 76. Negaranya, Jerman Barat dibawa menjadi Juara Eropa 1972 dan Juara Dunia 1974. Sebagai pelatih, ia sukses merengkuh Piala Dunia 1990. Beckenbauer menjadi satu-satunya kapten tim yang bergelar juara dunia, sebagai pelatih dan pemain. Read more »

« Previous PageNext Page »