Archive for the 'National Teams' Category

Nomor Kostum Kaka di Madrid

kaka brajil 10( Ditulis oleh Luhur Satya Pambudi )

Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka tengah menjadi buah bibir pencinta sepakbola dunia berkat kepindahannya dari AC Milan ke Real Madrid, yang biaya transfernya sungguh fantastis. Selain penampilan di lapangan hijau bersama klub barunya, yang menarik pula dinanti adalah kostum nomor berapa yang bakal dipakai Kaka di Madrid? Selama enam musim memperkuat Milan, pemain kelahiran 22 April 1982 itu selalu mengenakan kostum nomor22. Sementara di timnas Brasil, Kaka tidak selalu menggunakan nomor kostum yang sama. Di Piala Dunia 2006, sosok rendah hati dan religius itu memakai nomor 8. Sementara itu di Piala Konfederasi 2009 yang sedang berlangsung di Afrika Selatan, Kaka berkostum nomor 10. Sebelumnya nomor itu biasa dipakai oleh Ronaldinho. Ketika Ronaldinho tidak lagi dipanggil pelatih Dunga, memang Kaka yang paling layak mengenakan nomor 10 di timnas Brasil. Kaka telah menunjukkan kebintangannya di Afrika Selatan, ketika mencetak dua gol saat Brasil mengalahkan Mesir 4-3 pada Senin (15/6) lalu.

Pihak Madrid konon sudah menyiapkan kostum bernomor 5 untuk Kaka. Nomor itu sebelumnya pernah dipakai oleh Zinedine Zidane dan Fabio Cannavaro, yang pernah menjadi pemain terbaik dunia, seperti halnya Kaka. Tapi sebenarnya Kaka sangat pantas mengenakan nomor 10 di Madrid, apalagi jika Wesley Sneijder –pemain nomor 10 Madrid musim lalu- jadi hijrah ke klub lain.

***
Sumber foto : AFP

Boaz Solossa, Top Scorer dan SEA Games

boas salosa australia

( Ditulis Oleh Luhur Satya Pambudi )

Boaz Solossa, penyerang timnas Indonesia yang memperkuat klub Persipura semakin garang dalam mencetak gol di Indonesia Super League (ISL). Hingga 26 pertandingan yang telah dilakoni Persipura, Boaz telah membuat 16 gol, sama dengan Alberto ’Beto’ Goncalves, rekan setimnya yang berasal dari Brasil. Raihan gol Boaz semakin mendekati Christian Gonzales (Persib) dengan 17 gol dan Ngon A.Djam (Sriwijaya FC) yang menjadi top scorer sementara ISL dengan 18 gol. Boaz kini menjadi penyerang lokal tersubur meninggalkan Bambang Pamungkas (Persija) yang baru mencetak 13 gol. Boaz memang lebih beruntung ketimbang BP. Persipura tidak terkena larangan bermain dari kepolisian Papua, sehingga timnya sudah 26 kali bermain. Sementara itu Persija -dan lebih banyak tim lainnya- dilarang menggelar pertandingan selama kampanye pemilu. Yang jelas Boaz sangat layak diunggulkan menjadi pencetak gol terbanyak ISL musim ini.

Read more »

Coaching License

(Ditulis oleh Dandy)

Langkah awal yang bagus bagi BPSI (Badan Pelatih Sepakbola Indonesia) dengan menyelenggarakan kursus lisensi kepelatihan d,c,b nasional dan AFC. Apalagi kursus itu langsung ke daerah-daerah dan ditangani pengda. Tentunya itu akan bagus sekali dan akan meratakan ilmu kepelatihan yang baik dan benar secara resmi. Kedepannya saya harap PSSI mewajibkan semua pelatih klub yang ada di Indonesia dan terdaftar di pengda masing-masing harus sudah mempunyai lisensi kepelatihan yang resmi dari PSSI khususnya bagi pelatih-pelatih junior klub, mungkin tidak bisa dilaksanakan sekarang, tapi tentunya dengan seiring waktu dengan terus diadakannya lisensi kepelatihan ini. Tetapi mungkin ada beberapa hal yang saya nilai masih kurang menyeluruh baik dari segi prosedur, sasaran, dan sumber daya manusia.

Pertama adalah prosedur. Yang saya tahu jika seseorang akan mengikuti lisensi kepelatihan, ada syarat-syarat tertentu yang harus di penuhi seperti harus pernah melatih minimal sekian tahun dan sebelumnya harus mengantongi lisensi dibawah. Contohnya jika mengambil lisensi A maka sebelumnya harus mengantongi lisensi B. lalu setahu saya jika lisensi AFC prosedurnya adalah harus pernah melatih suatu klub minimal 6thn dan harus bersertifikat lisensi kepelatihan tertinggi di negaranya. Ilmu pasti saja tidak akan cukup agar mengetahui situasi dan kondisi di lapangan maka pengalaman lah yang dapat membantu, seperti kata pepatah “pengalaman adalah guru yang terbaik” itu memang benar dan diburuhkan seorang pelatih sepakbola. Intinya, semua butuh proses dan tidak akan berhasil dengan cara instant.

Read more »

Indonesia vs Australia: Untung Lawan Lapis 2

Mungkin sudah sedikit basi, tapi pertunjukkan Indonesia dan Australia tadi malam cukup menghibur dan membuat jantung berdebar-debar. Pertandingan Indonesia melawan Aussie walau hanya menghasilkan angka kacamata tapi menurut Raman Sudin, seorang Milanisti Indonesia yang pernah diwawancara Bolanova.com, sudah cukup menunjukkan permainan terbaik. Raman, yang saat ini bekerja di Pecenongan, memberikan sedikit komentar atas pertandingan tadi malam. Berikut obrolannya:

Bolanova: Boleh minta komentar atas pertandingan Indonesia vs Australia ?
Raman Sudin: Sebenarnya melawan pasukan Australia yg notabene pemain-pemain ’lapis 2’ semalam, Indonesia bisa menunjukan permainan yang baik. Terlihat dari beberapa kali serangan-serangan dari Indonesia. Cuma sayang seperti biasa, gak bisa memanfaatkan peluang dengan baik..

BN: Seandainya pasukan aussie yang main adalah lapis 1, gimana jadinya? kira-kira, bisa nunjukin yang sama dengan tadi malam?
RS: Kalo lapis 1? abissssssss!!!
Ga kebayang kalau ada Kewell, Cahill, Mark Breciano, Viduka

BN: Kenapa Bendol memasang BP dimenit 70?
RS: Udah betul…BP peformanya lg menurun akhir-akhir ini. Masih mending Boas yang di pasang. Punya speed & skill yang baik.

BN: Terakhir, siapa pemain terbaik dari timnas tadi malam?
RS: Boas..

BN: Ok deh.. thanks buat tanya jawabnya
RS: Sip

Pendapat Orang Denmark Tentang Timnas Indonesia

(Ditulis oleh Luzman Rifqi Karami)

TIMNAS INDONESIAMelihat prestasi timnas Indonesia, saya selalu saja merasa prihatin. Betapa tidak negara ini begitu besar dan penduduknya sangat mencintai sepakbola. Begitu ada pertandingan sepakbola, stadion selalu penuh, dukungan tak henti selalu ada baik itu untuk klub atau timnas. Namun prestasi seolah tak mau mendekati pasukan Merah Putih.

Saat Piala Asia 2007, secercah harapan muncul. Walaupun gagal lolos penyisihan grup, timnas mampu tampil memukau. Bahrain mampu dikalahkan. Arab Saudi dan Korea Selatan dipaksa bekerja keras dan hanya sanggup menang tipis saat melawan timnas. Namun setelah itu harapan yang muncul kembali menguap seiring prestasi timnas yang makin menukik. Saat melawan Suriah di Kualifikasi Piala Dunia 2010 timnas 2 kali takluk. Di Jakarta takluk 4-1, dan di Suriah ketika hanya menurunkan tim U-23 timnas keok 7-0. Sungguh memalukan. Sempat menjadi juara Piala Kemerdekaan, namun saya rasa itu tidak membanggakan. Indonesia hanya menang WO dari Libya.

Read more »

« Previous PageNext Page »