Archive for the 'PSSI' Category

Jadwal ISL Masih Kacau Pasca Pemilu

( Ditulis oleh Luhur Satya Pambudi )

Pemilu legislatif yang didahului dengan masa kampanye telah berlangsung aman dan terkendali di segenap penjuru tanah air. Terjadinya permasalahan lebih banyak yang bersifat administratif, tidak berhubungan dengan kerumunan yang bisa berujung pada kerusuhan massal. Bahkan gesekan yang terjadi pada sesama simpatisan parpol pun gara-gara mereka bersenggolan ketika bergoyang dangdut belaka. Jadi penundaan jadwal ISL karena pemilu jelas bukan sesuatu yang tepat. Kekhawatiran aparat keamanan terhadap suporter sepakbola terlalu berlebihan. Bahkan sepakbola seolah dipandang sebagai hantu yang menakutkan bagi pemilu. Faktanya, pertandingan yang tetap digelar di tanah Papua (Jayapura dan Wamena) maupun Palembang selama masa kampanye berlangsung lancar tanpa masalah. Sudah seyogyanya aparat keamanan di daerah lain dapat bersikap seperti rekan mereka ketika mengamankan pertandingan kandang Persipura, Persiwa, Sriwijaya FC, dan PSMS tersebut.

Sayangnya, pasca pemilu ternyata masih ada kepolisian daerah yang ketakutan memberikan ijin pertandingan ISL. Hal itu tentu saja membuat jadwal ISL kembali kacau. Padahal PSSI –yang tetap bertahan dengan inkonsistensinya- telah membatalkan jadwal sentralisasi yang semula direncanakan digelar di Jawa Timur. Namun semoga kompetisi ISL masih bisa berakhir tidak terlalu jauh dari rencana semula, kendati sudah pasti tidak tepat waktu.

Untuk ke depannya, PSSI dengan seluruh stakeholder sepakbola Indonesia bersama-sama aparat keamanan harus lebih saling percaya serta berpikir positif satu sama lain. Maka yang terjadi adalah pertandingan ISL tetap berlangsung aman seiring sejalan dengan pemilu. Untuk seluruh pihak yang merugi, semoga selalu sabar dan tetaplah tegar. Jangan sampai seperti para caleg yang gagal, hingga mengalami gangguan jiwa. Sepakbola kita masih perlu orang-orang ‘gila’ seperti Anda semua. Bravo sepakbola Indonesia!

***

Boaz Solossa, Top Scorer dan SEA Games

boas salosa australia

( Ditulis Oleh Luhur Satya Pambudi )

Boaz Solossa, penyerang timnas Indonesia yang memperkuat klub Persipura semakin garang dalam mencetak gol di Indonesia Super League (ISL). Hingga 26 pertandingan yang telah dilakoni Persipura, Boaz telah membuat 16 gol, sama dengan Alberto ’Beto’ Goncalves, rekan setimnya yang berasal dari Brasil. Raihan gol Boaz semakin mendekati Christian Gonzales (Persib) dengan 17 gol dan Ngon A.Djam (Sriwijaya FC) yang menjadi top scorer sementara ISL dengan 18 gol. Boaz kini menjadi penyerang lokal tersubur meninggalkan Bambang Pamungkas (Persija) yang baru mencetak 13 gol. Boaz memang lebih beruntung ketimbang BP. Persipura tidak terkena larangan bermain dari kepolisian Papua, sehingga timnya sudah 26 kali bermain. Sementara itu Persija -dan lebih banyak tim lainnya- dilarang menggelar pertandingan selama kampanye pemilu. Yang jelas Boaz sangat layak diunggulkan menjadi pencetak gol terbanyak ISL musim ini.

Read more »

Coaching License

(Ditulis oleh Dandy)

Langkah awal yang bagus bagi BPSI (Badan Pelatih Sepakbola Indonesia) dengan menyelenggarakan kursus lisensi kepelatihan d,c,b nasional dan AFC. Apalagi kursus itu langsung ke daerah-daerah dan ditangani pengda. Tentunya itu akan bagus sekali dan akan meratakan ilmu kepelatihan yang baik dan benar secara resmi. Kedepannya saya harap PSSI mewajibkan semua pelatih klub yang ada di Indonesia dan terdaftar di pengda masing-masing harus sudah mempunyai lisensi kepelatihan yang resmi dari PSSI khususnya bagi pelatih-pelatih junior klub, mungkin tidak bisa dilaksanakan sekarang, tapi tentunya dengan seiring waktu dengan terus diadakannya lisensi kepelatihan ini. Tetapi mungkin ada beberapa hal yang saya nilai masih kurang menyeluruh baik dari segi prosedur, sasaran, dan sumber daya manusia.

Pertama adalah prosedur. Yang saya tahu jika seseorang akan mengikuti lisensi kepelatihan, ada syarat-syarat tertentu yang harus di penuhi seperti harus pernah melatih minimal sekian tahun dan sebelumnya harus mengantongi lisensi dibawah. Contohnya jika mengambil lisensi A maka sebelumnya harus mengantongi lisensi B. lalu setahu saya jika lisensi AFC prosedurnya adalah harus pernah melatih suatu klub minimal 6thn dan harus bersertifikat lisensi kepelatihan tertinggi di negaranya. Ilmu pasti saja tidak akan cukup agar mengetahui situasi dan kondisi di lapangan maka pengalaman lah yang dapat membantu, seperti kata pepatah “pengalaman adalah guru yang terbaik” itu memang benar dan diburuhkan seorang pelatih sepakbola. Intinya, semua butuh proses dan tidak akan berhasil dengan cara instant.

Read more »

Setuju Dengan Pencalonan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2018 / 2022

Pencalonan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022, mungkin bisa dibilang, ambisius. Atau gila. Ga punya otak. Atau apalah yang jelek-jelek. Tapi bagi saya, berita mengejutkan yang dilakukan PSSI merupakan langkah bagus.

Kenapa? Indonesia adalah negara yang potensi pariwisatanya sangat besar. Dan hal ini menjadi hal dasar bagi PSSI untuk memajukan pariwisata Indonesia.

Dari sudut penjual, mungkin PSSI terlihat seperti orang bodoh. Seolah-olah tidak memahami produknya. Yaitu produk pariwisata kita yang carut marut. Tapi sebenarnya, keinginan sebagian warga masyarakat, terutama yang memiliki jiwa bisnis, kesempatan ini akan menjadi tipping point untuk memulai usaha di sektor pariwisata. Saya yakin, warga Indonesia akan memanfaatkan semaksimal mungkin untuk menjual potensi pariwisata kepada penonton Piala Dunia yang mengunjungi Indonesia.

Indonesia adalah negara yang berpotensi melahirkan pesepakbola-pesepakbola handal di tahun 2018 dan 2022. Kenapa saya berani bilang demikian, karena menjamurnya olahraga futsal, sehingga olahraga populer lain jadi tenggelam seperti bola basket, memudahkan para pencari bakat untuk menggaet talenta-talenta baru.

Read more »

Indonesia vs Australia: Untung Lawan Lapis 2

Mungkin sudah sedikit basi, tapi pertunjukkan Indonesia dan Australia tadi malam cukup menghibur dan membuat jantung berdebar-debar. Pertandingan Indonesia melawan Aussie walau hanya menghasilkan angka kacamata tapi menurut Raman Sudin, seorang Milanisti Indonesia yang pernah diwawancara Bolanova.com, sudah cukup menunjukkan permainan terbaik. Raman, yang saat ini bekerja di Pecenongan, memberikan sedikit komentar atas pertandingan tadi malam. Berikut obrolannya:

Bolanova: Boleh minta komentar atas pertandingan Indonesia vs Australia ?
Raman Sudin: Sebenarnya melawan pasukan Australia yg notabene pemain-pemain ’lapis 2’ semalam, Indonesia bisa menunjukan permainan yang baik. Terlihat dari beberapa kali serangan-serangan dari Indonesia. Cuma sayang seperti biasa, gak bisa memanfaatkan peluang dengan baik..

BN: Seandainya pasukan aussie yang main adalah lapis 1, gimana jadinya? kira-kira, bisa nunjukin yang sama dengan tadi malam?
RS: Kalo lapis 1? abissssssss!!!
Ga kebayang kalau ada Kewell, Cahill, Mark Breciano, Viduka

BN: Kenapa Bendol memasang BP dimenit 70?
RS: Udah betul…BP peformanya lg menurun akhir-akhir ini. Masih mending Boas yang di pasang. Punya speed & skill yang baik.

BN: Terakhir, siapa pemain terbaik dari timnas tadi malam?
RS: Boas..

BN: Ok deh.. thanks buat tanya jawabnya
RS: Sip

Next Page »