Archive for the 'PSSI' Category

Pendapat Orang Denmark Tentang Timnas Indonesia

(Ditulis oleh Luzman Rifqi Karami)

TIMNAS INDONESIAMelihat prestasi timnas Indonesia, saya selalu saja merasa prihatin. Betapa tidak negara ini begitu besar dan penduduknya sangat mencintai sepakbola. Begitu ada pertandingan sepakbola, stadion selalu penuh, dukungan tak henti selalu ada baik itu untuk klub atau timnas. Namun prestasi seolah tak mau mendekati pasukan Merah Putih.

Saat Piala Asia 2007, secercah harapan muncul. Walaupun gagal lolos penyisihan grup, timnas mampu tampil memukau. Bahrain mampu dikalahkan. Arab Saudi dan Korea Selatan dipaksa bekerja keras dan hanya sanggup menang tipis saat melawan timnas. Namun setelah itu harapan yang muncul kembali menguap seiring prestasi timnas yang makin menukik. Saat melawan Suriah di Kualifikasi Piala Dunia 2010 timnas 2 kali takluk. Di Jakarta takluk 4-1, dan di Suriah ketika hanya menurunkan tim U-23 timnas keok 7-0. Sungguh memalukan. Sempat menjadi juara Piala Kemerdekaan, namun saya rasa itu tidak membanggakan. Indonesia hanya menang WO dari Libya.

Read more »

Pra Piala Asia 2011: Asa Masih Ada

( Ditulis oleh Luhur Satya Pambudi )

Ketika timnas Indonesia dipastikan berada satu grup dengan Australia, Kuwait, dan Oman dalam Pra Piala Asia 2011, nada-nada minor (negatif) mengalun menyambutnya.

Di atas kertas, semua lawan kita jelas lebih baik. Sepertinya tradisi timnas mengikuti putaran final Piala Asia empat kali berurutan (1996, 2000, 2004, dan 2007) bakal terputus. Apalagi timnas akhir tahun 2008 lalu baru saja kandas di semifinal Piala AFF. Namun ketika timnas bertandang ke Muskat menghadapi tuan rumah Oman, Selasa malam (19/1), ternyata hasilnya imbang tanpa gol. Hal itu cukup mengejutkan mengingat Oman baru menjadi juara Piala Teluk dengan mengalahkan Arab Saudi.

Read more »

Naturalisasi = Bagai Membeli Kucing Dalam Karung

Tulisan saya “Naturalisasi? Bukan PR Nomor Satu PSSI” mengundang opini yang bagus dari Bung Hedi. Begini katanya, “Naturalisasi mungkin bagus, tapi kelihatan banget pikiran instannya. Ngambil pemain naturalisasi tapi kalo dia main di liga yang ga bagus, katakanlah sekelas liga indonesia, hasilnya akan sama saja, ga berubah dari sekarang.”

Iseng-iseng, saya tambah tanya mengenai naturalisasi yang sedikit mengganggu pikiran saya apakah naturalisasi memang perlu dilakukan. Pertanyaan pertama, meneruskan komentar Bung Hedi sebelumnya, “Contoh pikiran instan apalagi yang sering
terlontar dari masyarakat bola Indonesia, mas?”

Dan dijawab, “Contoh instan? Udah jelas, kompetisi kita instan, ga punya jenjang. Dari mana pemain (bagus) mau muncul kalo ga pernah dididik di kompetisi berjenjang. 80 persen pemain di liga indonesia kan asalnya dari tarkam. Mental dan skill udah keliatan ga terasah. Repotnya, liga kita ga mendukung pula. Berantakan, mulai jadwal, wasit dan manajemennya.

Read more »

Naturalisasi? Bukan PR Nomor Satu PSSI

Tulisan “Tiada Rotasi, Kalah pun Jadi" ternyata menuai opini yang sangat menarik. Opininya menyarankan PSSI untuk menarik pemain-pemain asing yang berketurunan Indonesia supaya dinaturalisasi. Berikut opini selengkapnya dari seorang pembaca bolanova bernama Heppy:

Klo PSSI gak mau make pemain keturunan indonesia seperti irfan bachdim, Radja Nainggolan, Donovan Partosoebroto, Raphael Tuankotta,dan lain2 berarti PSSI B***H!!!!!, inget mereka itu juga bagian dari indonesia…jd ambil mereka semua masuk timnas daripada mengharapkan pemain asli lokal dan bermain di klub indonesia secara kwalitas klub, klub2 di indonesia masih kurang bagus manajemen nya apalagi mental para pemain2nya masih jauh dari kata propesional.gmn tindakan PSSI???? sebelum mereka para pemain keturunan indonesia main tuk negara lain lebih baik rekrut secepatnya tuk main di penyisihan piala asia 2011 dan piala dunia 2014……..PSSI bodoh klo hanya memikirkan penghasilan tuk kantong pribadi daripada prestasi sepakbola tanah air.

Read more »

Movement Qualities

( Ditulis oleh Dandy )

100px-PSSI_IndonesiaDalam perkembangan sepakbola dunia yang semakin maju sekarang ini dimana pemikiran manusia yang semakin berkembang khususnya akan peningkatan kualitas sepakbola negerinya, saya pun terlecut untuk memberikan pemikiran dan ikut serta dalam memajukan sepakbola Indonesia yang sangat saya cintai.

Hal pertama yang sangat saya cermati adalah KUALITAS. Mengapa kualitas begitu penting sekali? Itu karena segala aspek dalam sepakbola adalah tergantung kepada kualitas. Bila kualitas sepakbola negeri itu buruk maka perkembangan sepakbola negeri itu pun akan jalan di tempat. Kualitas menyangkut berbagai aspek. Diantaranya :
1.Organisasi.
2.Kompetisi (Liga).
3.Manajemen.
4.Pelatih.
5.Pemain.

Organisasi, dalam hal ini adalah PSSI, induk dimana segala sesuatu yang mengatur persepakbolaan Indonesia direncanakan dan diatur. Maka sangat vital sekali peran PSSI untuk memajukan persepakbolaan Indonesia. Perencanaan (planning) jangka panjang, pengaturan liga, timnas, manajemen klub, pelatih, pemain, diatur sedemikian rupa oleh PSSI dengan tujuan agar menjadi lebih baik dan teratur.

Read more »

« Previous PageNext Page »