6 Kisah Yudas Paling Top Sepanjang Masa
Kepindahan Harry Kewell ke Galatasaray dianggap sebagai pengkhianatan oleh Fans Leeds. Kenangan meninggalnya fans Leeds yang ditusuk oleh fans Turki di semi final UEFA tahun 2000 masih sangat membekas oleh fans Leeds. Entah berniat jahat atau tidak, yang pasti, Harry Kewell pindah ke Galatasaray sudah memiliki motivasi tertentu dan tidak bermaksud menyakiti klub yang pernah dibelanya(bermain di Champions, mungkin).
Ternyata, kisah Harry Kewell ini tidak sendirian. Ada beberapa pemain yang sangat menyakiti fans fanatik atas keputusan kepindahannya ke klub lain.
Seperti disebutkan Who Ate All The Pies, ada 6 kisah top pemain yang berkhianat dari klub kesayangan dan pindah ke klub "musuh bebuyutan".
Arshavin, cowo bertampang imut tapi mematikan, akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat seluruh blog, situs bola lokal maupun mancanegara. Cowok yang mengkilap setelah bermain gemilang di piala eropa kemarin digosipkan akan dibeli oleh Barcelona dari Zenit St Petersburg.
Apa yang bisa diungkapkan dari pemain yang satu ini? Hebat, sudah pasti, terbukti dari penampilannya yang bagus dari mulai turnamen Euro 2008 hingga final. Puncak penampilan terbaiknya mungkin adalah saat melawan Italia dengan memblok dua tendangan pinalti pemain Italia. Selain hebat, Casillas juga punya tampang yang menarik dan sedap dipandang. Terbukti, banyak wanita tergila-gila pada Casillas ketika menyaksikan dirinya ditelevisi.
David Villa boleh memboyong dua gelar diajang EURO 2008 kali ini. Tapi tidak hanya dia, Fernando Torres, yang bernama lengkap Fernando José Torres Sanz juga memboyong dua gelar: gelar juara Euro dan gelar Most Valuable Player Final.
GK - Iker Casillas (Spanyol)
Raymond Domenech adalah sosok pelatih yang sering bikin alis mata para fans bola Perancis terangkat. Keputusan-keputusannya kadang bikin bingung dan mengherankan. Raymond Domenech pernah tidak menunjuk Robert Pires masuk ke skuad Perancis dan malah menunjuk Vikash Dhorasoo karena alasan astrologi.
Bintang Portugal yang bermain di Manchester United ini sangat terlihat berbeda dari kebiasannya jika bermain di MU. Ketika bermain melawan Turki yang akhirnya dimenangkan Portugal dengan skor 2-0, Nani tampak bukan Nani seperti biasanya. Masuk diakhir-akhir pertandingan, dengan tidak terlalu banyak ngomong. Lalu bermain lumayan, takling sana-sini dan tidak memprotes ketika dipluit oleh wasit. Ditakling sana-sini juga dia tidak terlalu memprotes. Ha? Nani tidak protes? Ini memang aneh. Padahal, Nani sempat mendapat sebuah takling sangat sangat keras oleh pemain bertahan turki. Takling yang sangat mirip dialami Eduardo da Silva ketika mendapat tackling keras dari bek Birmingham City, Martin Taylor, 23 Februari yang lalu, Nani juga tidak komplain berlebihan. Kenapa Nani bisa berubah seperti itu?

