Fenomena Last Gasp Goal (90+)

Ditulis oleh Zulfikar Aleksandri

Bagi penggemar tayangan langsung Euro 2008, jangan tinggalkan pertandingan sebelum peluit panjang ditiup wasit, karena rangkaian gol-gol di menit akhir alias “last gasp goal” bakal terus tercipta pada gelaran Euro 2008 ini.

Ya, kalau kita simak dengan seksama, sudah 7 gol tercipta di menit-menit akhir (90+) pada Piala Eropa tahun ini. Bahkan fenomena “last gasp” ini telah terjadi pada hari pertama turnamen saat Portugal mengalahkan Turki 2-0. Saat itu Raul Meireles mencetak gol kedua Portugal di menit 93. Dan sejak itu, gol-gol di menit akhir terus mewarnai perjalanan Euro 2008.

Beberapa gol di menit akhir berstatus “pelengkap”. Cesc Fàbregas (Spanyol v Rusia),  Wesley Sneijder (Belanda vs Perancis) masing-masing mencetak gol ke empat bagi negaranya untuk kemenangan 4-1. Begitu pula Ricardo Quaresma yang mencetak gol ke gawang Rep. Ceska saat Portugal menang 3-1.

Tidak sedikit pula gol di menit-menit akhir menjadi penentu kemenangan dan nasib satu tim. Arda Turan membuat suporter tuan rumah, Swiss, menangis saat golnya di menit akhir membawa Turki menang 2-1, memberi harapan lolos Turki ke perempatfinal sekaligus menamatkan perjalanan Swiss cukup sampai penyisihan grup.

Penalti kontoversial Ivica Vastic di menit 93, sekalipun hanya memaksakan hasil seri untuk Austria saat melawan Polandia, memperpanjang nyawa tuan rumah sekaligus hampir pasti menyingkirkan Polandia.

David Villa mempertegas “permainan belum usai sebelum peluit panjang dari wasit” saat mencetak gol pada detik-detik akhir untuk kemenangan 2-1 Spanyol atas Swedia sekaligus meloloskan tim Matador ke putaran perempatfinal.

Gerard Houllier yang menjabat anggota tim teknis UEFA dan direktur teknis FFF (Federasi Sepakbola Perancis) kepada euro2008.com mengatakan, “Ada dua faktor utama kenapa banyak terjadi last gasp goal. Selain faktor kelelahan yang menyebabkan turunnya konsentrasi, juga karena beberapa tim bertarung hingga detik akhir pertandingan. Mereka menilai menit akhir lebih krusial daripada 2×45 menit lainnya”.

Memasuki pertandingan krusial di akhir penyisihan grup dan menjelang fase play-off (perempatfinal), bukan tidak mungkin kita akan kembali menyaksikan gol-gol penentu hasil pertandingan di masa injury time. Jadi, jangan tinggalkan pertandingan (tertidur) sebelum wasit meniup peluit akhir. (zoel)

2 comments:

  1. andrey, 19. June 2008, 8:45

    sekalipun bukan di menit 90+, heroisme Turki saat mengalahkan Rep. Ceska juga patut diacungi jempol mengingat semangat tak kenal lelah Turkiye hingga akhir pertandingan… begitu juga gol Daniel Guiza di menit-menit akhir pertandingan saat Spanyol mengalahkan juara bertahan Yunani 2-1

     
  2. zoel, 21. June 2008, 14:13

    Kisah heroik Turki terus berlanjut… mukjizat -kalau boleh dibilang seperti itu- bagaimana Ivan Klasnic mencetak gol “penentu” Kroasia di menit 119 tapi masih bisa dibalas oleh Semih Senturk di detik2 akhir 120 menit pertandingan…

    Sepertinya dewa-dewi Hellas yang 4 tahun lalu menanungi Yunani juara di Portugal, tahun ini turun dari Nirwana menuju Bulan-Bintang milik TURKIYE

    Turki 2008 akan menaktilasi Yunani 2004?

     

Write a comment: