Mundurlah Maradona!
( Ditulis oleh Luzman Karami dalam rangka kontes menulis Bolanova 5 )
Argentina krisis. Betapa tidak, bagaimana bisa kita membayangkan sebuah kesebelasan yang diperkuat berbagai talenta dunia semacam Javer Zanetti, Esteban Cambiasso, Diego Millito, dan juga tentunya sang bocah ajaib Lionel Messi gagal terbang ke Afrika Selatan tahun depan. Sebuah kehilangan besar tentunya bagi pecinta sepakbola. Bahkan orang awam sekalipun selalu menantikan sepak terjang tim Tango tiap kali World Cup digelar. Tanpa Argentina? Apa kata dunia???
Siapa yang paling bertanggung jawab atas hasil-hasil buruk Argentina? Tak lain dan tak bukan adalah sang legenda hidup Argentina itu sendiri, Diego Armando Maradona. Maradona yang dulu begitu dipuja berkat jasanya membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986. Begitu dikenang karena aksinya saat melawan Inggris. “Hand of God” yang begitu kontroversial dan gola kedua yang disebut sebagai “Goal of Century” setelah melewati enam pemain Inggris sebelum menceploskan bola. Aksi yang luar biasa yang sulit dicari tandingannya saat ini.
Namun saat beralih profesi menjadi pelatih Argentina bakat alam Maradona sebagai pemain tidak terlihat. Sebagai pelatih Maradona tampaknya tidak bisa mengatur ego para pemain bintang Argentina, Di bawah Maradona entah mengapa permainan gemilang para pemain di klubnya masing-masing langsung menguap begitu saja. Bagaimana mungkin seorang Lionel Messi yang begitu luar biasa saat level klub seperti anak kecil yang baru belajar bermain bola saat dilatih oleh Maradona!!
Bagaimana mungkin Argentina bisa bertekuk lutut dengan skor 6-1 melawan Bolivia. Walaupun itu sudah diprediksi karena ketinggian La Paz tentunya tak ada yang menyangka skornya bisa setelah itu dan menjadi kekalahan terbesar sepanjang sejarah sepakbola Argentina. Bagamana mungkin argentina bermain tanpa hati melawan Brazil yang notabene smusuh bebuyutan dan kalah 3-1. Bagaimana mungkin Argentina bisa berada di posisi kelima zona Amerika latin(hanya zona play off) itu pun Masih belum aman!!! Siapa yang salah?
Dulu Maradona sudah dianggap dewa saat menjadi pemain namun saat menjadi pelatih ia justru banyak didesak untuk mundur. Menurut saya Maradona saat ini sedang mempertaruhkan nama besarnya. Lebih baik dia mundur menyelamatkan harga dirinya, daripada tetap di posisi sekarang lalu Argentina gagal lolos. Publik Argentina tentunya lebih mengingingat kegagalan ini dibandingkan kisah suksenya dulu. Maradona kini bukan dewa lagi. Ia lebih pantas melatih tim Divisi Utama Liga Indonesia(sepertinya).
***



hy how d u do
maradona terlalu membangga2kan pemain yg merumput di liga lokal,banyak sekali pemain asal argentina yg kualitasnya lebih baik (di liga2 eropa) yg tidak dapat tempat di skuad tango
Menjelang Piala Dunia 2010 Maradona memang belum banyak memberikan kontribusi nyata bagi timnas Argentina. Namun Maradona telah berhasil keluar dari tekanan, menjelang berakhirnya kualifikasi zona Amerika Selatan lalu dengan menempatkan Argentina di posisi 4 (posisi yang tidak lazim bagi tim sekelas Argentina). Sikap Maradona memang kerap arogan dan meledak- ledak, namun itulah ciri khas Maradona. Memang sangat berat bagi seorang Maradona, seorang maestro sepakbola yang di bayang-bayangi prestasi masa lalu yang begitu luarbiasa sebagai seorang pemain. Kini ia di beri tanggung jawab sebagai pelatih timnas Abilceleste, dengan modal pengalaman dan pengetahuannya sebagai mantan pemain yang perlu Ia tularkan kepada amunisi-amunisi Argentina. Tinggal bagaimana kini Maradona menerapkannya. Semuanya pasti ada prosesnya, coba kita tengok Legenda sepakbola dari Jerman Franz Beckenbeaur ketika Ia melatih timnas Jerman. Beckenbeaur baru menjuarai Piala Dunia pada 1990 setelah di Piala Dunia 1982 dan 1986…
Forza MARADONA & ARGENTINA