Gelagat Robinho Yang Patut Ditiru
Kita masih ingat bagaimana Robinho merengek-rengek terhadap klubnya, Santos, supaya diizinkan pindah ke Real Madrid. Akhirnya, setelah negosiasi yang alot, antara klub Santos, agen Robinho dan klub Real Madrid, disepakati klub Santos mendapatkan 60% dari nilai transfer Robinho ke Real Madrid (24 Juta Euro).
Ketika di Real Madrid, Robinho sukses mengantarkan Real Madrid juara La Liga yang pertama kali baginya di tahun 2006-2007, Robinho kembali merengek-rengek minta dinaikan kontak baru. Namun pihak Madrid menolaknya.
Javier Aguirre, Satu dari Sukses Pemain dan Pelatih
Tokoh yang satu ini tidak dapat dikesampingkan. Menangani Atletico sejak 2006, Javier Aguirre berhasil memberi warna tersendiri bagi Maxi Rodriguez dkk. Meski di awal musim sempat sedikit terguncang dengan hengkangnya Fernando Torres, terbukti polesan tangan dingin Aguirre mampu mengantarkan Atletico ke posisi 4 besar La liga. Posisi yang juga menjadi pencapaian tertinggi Atletico dalam sepuluh tahun terakhir.
Javier Aguirre Onaindía atau biasa kita kenal dengan Javier Aguirre lahir pada tanggal 1 December 1958 di Mexico City, Mexico. Javier Aguirre pernah menjadi pemain di timnas Mexico dan juga pernah menjadi pelatih timnas Mexico. Ketika masih menjadi pemain sepakbola, Aguirre pernah bermain disejumlah klub Mexico seperti América, Chivas dan CF Atlante. Dia juga bermain di luar Mexico seperti di Osasuna Spanyol dan Los Angeles Aztecs Amerika Serikat.
Tokoh Sukses Atlético Madrid: Maximiliano Rubén Rodríguez
Atletico Madrid telah mencatat di seluruh media olahraga kalau jatah Liga Champions dari Spanyol telah diambil olehnya. Dan peran keberhasilan Atletico Madrid menembus Liga Champions musim depan perlu disematkan kepada satu tokoh winger yang tidak lain dan tidak bukan adalah Maxi Rodriguez.
Maximiliano Rubén Rodríguez atau dikenal dengan Maxi Rodriguez lahir Rosario, Santa Fe tanggal 2 Januari 1981. Dia biasa bermain sebagai winger dan midfielder. Tahun 2002 adalah debutnya di La Liga bersama RCD Espanyol. Tapi sayang, dalam debutnya ditanggal 2 september 2002 itu Espanyol kalah dari Real Madrid dengan skor 0-2. Namun, Maxi terus bangkit dan menjadikan Espanyol salah satu klub yang disegani di La Liga. Di akhir musimnya di Espanyol, Maxi mampu menyelesaikan 37 pertandingan dengan 15 gol. Setelah itu, dia dibeli oleh Atlético Madrid dengan nilai €7 juta.
Atletico merangsek ke papan atas
Madrid bukan lagi hanya milik Real !!! Tim sekotanya, yang secara historis terus bersaing memperebutkan simpati publik ibukota Spanyol tersebut, mulai menunjukkan tajinya.
Bertindak sebagai tamu di Stadion Manuel Ruiz de Lopera, kandang Real Betis, Atletico menghabisi tuan rumah dengan 2 gol tanpa balas. Adalah Diego Forlan dan attractive young midfielder, Raul Garcia, yang membobol gawang Ricardo.


