Wajah Baru di Klub Besar Eropa
Ditulis oleh Luhur Satya Pambudi

Menjelang musim kompetisi 2008-2009, sejumlah klub besar Eropa telah menghadirkan wajah-wajah baru yang diharapkan mampu membawa prestasi yang lebih apik di akhir musim. Sejumlah nama besar pun terlibat di dalamnya. Beberapa tim telah memilih pelatih baru, seperti: Jose Mourinho (Inter Milan), Josep Guardiola (Barcelona), dan Luiz Felipe Scolari (Chelsea).
Dua minggu ini merupakan periode yang menyenangkan buat saya. Sebenarnya hanya hal sepele yang “kebetulan” saya (atau mungkin) rekan-rekan pembaca mengalami juga. Kemacetan sepanjang perjalanan menuju kantor secara signifikan berkurang.
Kali ini Bolanova berkesempatan menginterview online… seorang wanita! Waw… Jarang-jarang loh dapet kesempatan seperti ini. Namanya Ruth Christiani dan dia masih kuliah semester 3 di jurusan Teknik Geofisika ITB. Mari kita simak langsung percakapannya(pssttt… ada fotonya
Jose Mourinho akhirnya berlabuh ke Inter Milan. Pria yang telah mempersembahkan tujuh gelar bagi Chelsea (dua trofi Liga Premier—musim 2004-05 dan 2005-06, dua gelar Piala Liga—musim 2004-05 dan musim 2006-07, satu trofi FA Cup (2007), dan satu trofi FA Community Shield (2005)) ini telah menandatangani kontrak selama tiga tahun.
Klub sepakbola khususnya di Eropa dikenal dengan sisi baiknya yang sering mendukung orang-orang miskin, membantu orang yang sakit atau cacat. Mungkin tokoh yang paling dikenal dengan kegiatan kemanusiaannya adalah Zidane dan Ronaldo yang membantu PBB untuk mengurangi kemiskinan. Tapi tahukah anda kalau ada satu klub, bahkan klub besar yang ternyata mendukung kelompok pemberontak?
Internazionale Milan boleh juara. Tapi bukan berarti penjaga gawangnya adalah yang terbaik juga di Italia. Oleh wartawan sepakbola Italia, Julio Cesar hanya menempati posisi ke 4 sebagai kiper terbaik Liga Italia Seri A. Kalah dibawah Alberto Fontana dari Palermo dengan nilai 6.47, Matteo Sereni dari Torino dengan nilai 6.45 dan Sebastian Frey dari Fiorentina dengan nilai 6.44.
"Veni, vidi, vici."

