Foto Terbaik 2008
Mungkin ini foto terbaik yang pernah saya dapati:

Ranieri tampak seperti Darth Veder, tokoh antagonis di film fiksi sains, Star Wars. Keren!
***
Sumber: Juventus.theoffside.com
Mungkin ini foto terbaik yang pernah saya dapati:

Ranieri tampak seperti Darth Veder, tokoh antagonis di film fiksi sains, Star Wars. Keren!
***
Sumber: Juventus.theoffside.com
Kali ini Bolanova berkesempatan mewawancarai lagi seorang Juvenistina. Namanya Stryo Legowo dan bekerja sebagai Engineer Building Maintenance di daerah Sudirman. Satryo Legowo melontarkan pernyataan menarik kalau Ranieri bakal tidak bertahan lama di Juve. Tidak hanya soal Juve, Bolanova juga bertanya-tanya soal bola nasional plus payungnya yang kacau itu. Berikut wawancara singkatnya:
Apa rahasia Juve bisa mengalahkan Madrid di pertandingan Champions terakhir ?
1. Claudio Ranieri
2. Alessandro Del Piero
Apa Momen terbaik yang anda kenang dari Juve?
Pertandingan sewaktu MU Vs Juventus di Liga Champions (lupa kapan tanggalnya), itu best game ever, walaupun Juve harus kalah dari MU, dan mulai saat itu gua menggemari sepakbola, dan khususnya Juventus.
Kali ini Bolanova berkesempatan mewawancara singkat dengan seorang narasumber yang katanya baru saja jatuh cinta dengan tim kuda Zebra, Juventus, tahun ini. Namanya Lendra Bayu Pratama dan dia sangat bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Bolanova. Berikut ocehannya:
Apa rahasia Juve bisa mengalahkan Real Madrid di pertandingan terakhir liga Champions ?
Hmm.. menurut saya kedisiplinan adalah kunci kemenangan Juventus atas Madrid. Baik pemain dan pelatih melakukan tugasnya dengan baik. Ranieri merancang skema permainan yang tepat untuk menahan gempuran Madrid dan para pemain menjalankan tugasnya dengan baik (pertahanan mencatat clean sheet, dan sang striker mencetak dua gol melalui 3 peluang bersih).
Pada pertandingan di Bernabeu, Madrid mengusung formasi 4-3-3 dengan mengandalkan speed dan skill individu sebagai senjata utama mereka. Namun kalau anda jeli memperhatikan, Madrid sesungguhnya hanya mengandalkan Nistelrooy seorang di depan gawang. Nistelrooy berhasil dimatikan oleh Sissoko dan Tiago dengan cara memutus suplai bola dari para gelandang Madrid. Tusukan-tusukan ke dalam kotak penalti pun gagal dilakukan Madrid karena praktis Juventus bertahan dengan 6 orang pemain di sekitar daerah kotak penalti. Satu-satunya peluang bersih di dapat oleh Sergio Ramos yang tanpa pengawalan namun untungnya bola hanya melayang tipis di atas gawang. Peluang Madrid selain itu? Gak ada. Karena pada peluang-peluang berikutnya terlihat jelas kalau Maninger sudah siap mengantisipasi laju bola yang mengarah ke gawangnya.
"The art of management is building a team with balance, with certain characteristics that blend with each other - that’s the most important thing."
Ini adalah pernyataan Sir Alex Ferguson menanggapi mudahnya pembelian pemain mahal oleh Manchester City untuk meningkatkan prestasi. Sir Alex beranggapan, untuk meningkatkan prestasi, uang bukan segalanya. "It’s all very well having all the money but you can’t buy everyone," kata Ferguson kepada United magazine. "It was proved in the summer. We didn’t want to sell [Cristiano] Ronaldo, other clubs don’t want to sell their best players, and there are only so many players you can buy."
Pernyataan Alex sangat benar. Dan ini kita bisa lihat kalau manajemen yang buruk bisa merusak prestasi. Contohnya adalah sebagai berikut:
Ditulisan "Daya tarik AC Milan", telah disimpulkan kenapa banyak pesepakbola ngetop lebih memilih ke AC Milan karena nuansa kekeluargaan yang kental. Ternyata, situasi yang nyaman seperti itu tidak hanya ada di AC Milan, situasi seperti itu juga ada di Juventus. Tapi, situasi itu terjadi tidak secara instan. Situasi kekeluargaan yang ada di tubuh Juventus muncul, tumbuh dan berkembang ketika Luciano Moggi dan ‘kelompok mafianya’ sudah OUT dari tubuh Juve. Hal ini bisa dilihat dari penuturan kiper nomor wahid Juve plus Italia, Gianluigi Buffon
Apa persamaan Italia dan Spanyol?
Sama-sama terjerat kasus besar diawal, tapi malah juara diakhir cerita.
Italia, sebelum menjuarai piala dunia 2006, liga sepakbola utamanya, Serie A, digoyang masalah Calciopoli. Juventus yang tampil digdaya di Italia setelah merebut scudetto dua kali berturut-turut pada musim 2004-05 dan 2005-06. Namun, kedua gelar tersebut dicabut karena Juventus, bersama klub Italia lainnya: AC Milan, Lazio, Fiorentina, dan Reggina, terlibat skandal pengaturan skor yang dikenal dengan sebutan Calciopoli. Gelar musim 2005-06 “diberikan” kepada Inter Milan sedangkan gelar musim 2004-05 dinyatakan kosong.
Skandal ini pertama ditemukan karena penyelidikan doping di Juventus, di mana beberapa alat penyadap dipasang. Transkrip pembicaraan telepon diterbitkan di surat-surat kabar Italia, di antaranya adalah pembicaraan manajer umum Juventus, Luciano Moggi pada musim pertandingan 2004-05 mengenai pengaturan pertandingan, perjudian, dan pemalsuan catatan keuangan. Moggi sendiri kemudian diberi sanksi dilarang aktif di persepakbolaan selama lima tahun.
Keinginan David Trezeguet untuk pindah ke Barcelona, sangat disesali oleh beberapa fans Juve. David Trezeguet hendak pindah ke Barca karena:
Terlepas dari hasrat Trezeguet untuk pindah maupun dipindah dari/oleh Juve, apa positif dan negatif dari kepindahan Trezeguet?
Ditulis oleh Luhur Satya Pambudi

Menjelang musim kompetisi 2008-2009, sejumlah klub besar Eropa telah menghadirkan wajah-wajah baru yang diharapkan mampu membawa prestasi yang lebih apik di akhir musim. Sejumlah nama besar pun terlibat di dalamnya. Beberapa tim telah memilih pelatih baru, seperti: Jose Mourinho (Inter Milan), Josep Guardiola (Barcelona), dan Luiz Felipe Scolari (Chelsea).