Archive for the 'Inter Mezzo' Category

Au revoir Carletto

coldplayWhen you try your best but you don’t succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired but you can’t sleep
Stuck in reverse……

Sebelum bertransformasi ke dalam album experimental bernuansa cerah (a.k.a Viva La Vida), dunia pernah mengenal Chris Martin dan kawan-kawan menguasai pangsa pasar Britpop melalui alunan lagu penuh kekuatan lirik.

Chris, sang pentolan Coldplay, membangun kualitas musiknya dalam balutan suara falsetto yang memukau penuh pesona. Kutipan teks di atas terambil dari album X-Y berjudul “Fix You”.

Read more »

Bung Kus Untuk Komentator Sepakbola Yang Lebih Baik

kusnaeni komentator bola 1

Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) Kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang mempengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).

Kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang mempengaruhi terbukti sudah dimiliki oleh M. Kusnaeni atau kita kenal dengan Bung Kus. Setelah melihat spanduk seperti pada gambar diatas, saya langsung menyadari kalau komentator bola bisa menjadi modal untuk menjadi penguasa. Modal yang bagaimana?

Read more »

Life is not a choice…

kaka.jpgKata siapa hidup itu pilihan ? Coba tanyakan pertanyaan tersebut pada belasan “buruh cilik” serabutan di sekitaran lapangan Golf Ciperna, Cirebon.

Buruh hanyalah sebutan halus bagi profesi mereka, yang nyata-nyata mengais rejeki dari aneka rupa kegiatan.

Mulai dari berjualan jagung, rokok dan kopi yang ditenteng dalam sebuah termos berukuran besar, sampai berebutan mencemplungkan diri ke dalam kolam, demi mengambil bola golf yang kebetulan masuk ke sana.

Read more »

Mimpi Sepatu Emas

(Ditulis oleh Luhur Satya Pambudi)

- Sebuah cikal bakal cerita panjang seorang pesepakbola -

Bagas seperti tengah menjalani sebuah mimpi. Pemuda yang belum genap berusia delapan belas tahun itu dijemput di stasiun Gambir dan dibawa ke sebuah hotel di pusat kota. Setelah terlelap sebentar, lalu makan sarapan yang disediakan di kamarnya, dia kembali dijemput untuk dibawa ke markas klub sepakbola top, Jakarta Central Metrostars Football Club. Di markas klub yang memiliki julukan “The Jak” itu Bagas akan menjalani sejumlah tes serta menjalani latihan bersama skuad terbaru The Jak.

Dua pekan sebelumnya, Ragil Kusumo, pelatih kepala klub elite Liga Super itu menemuinya di sela-sela latihannya bersama Tidar Putra Magelang. Bagas mendapat undangan khusus dari Ragil untuk mengikuti sejumlah tes di Jakarta dan jika berhasil, satu tempat telah disediakan untuk dirinya di antara 25 pemain klub Jakarta yang didaftarkan ke Badan Liga Indonesia. Padahal selama ini tim yang diperkuatnya hanya bermain di divisi dua dan bersifat semi-profesional belaka. Dalam kesehariannya Bagas bekerja sebagai mekanik di sebuah bengkel motor di Magelang. Sepakbola hanyalah hobi baginya. Kendati sudah banyak cerita pesepakbola Indonesia yang sukses secara materi, sejak masanya Kurniawan Dwi Julianto dan Bambang Pamungkas, namun kedua orang tuanya tidak merestui keinginan anaknya menjadi seorang pesepakbola profesional. Maka setelah lulus SMP, Bagas memilih masuk SMK jurusan mesin, yang membuatnya bisa langsung bekerja begitu lulus.

Read more »

Arak “lama” dalam Kemasan “baru”

beritagbrphp.jpgEnlightening minds, Expanding horizon….

Kalimat mutiara di atas mengusik hati dan pikiran saya untuk mengupas lebih jauh. Tidak adanya persamaan bunyi di akhir kalimat, tidak membuatnya kehilangan makna, justru malah mempertegas keberadaannya dalam ingatan.

Adalah sebuah jaringan media cetak besar, yang dulu kita kenal dari sebuah bangunan toko megah di kawasan Matraman, menggunakan kata-kata tersebut sebagai semboyannya.

Read more »

Next Page »