Valencia, Bayern dan PSV Juara

Musim 2007-2008 sedikit lagi bakal berakhir. Hal ini ditandai dengan beberapa tim sudah menjuarai turnamen elit di negara masing-masing. Dalam kurun waktu seminggu, sudah ada 3 tim yang juara di tiga turnamen sepakbola di 3 negara elit Eropa.
Pertama adalah Valencia. Rabu (16/04) atau Kamis dinihari-WIB, Valencia menghantam Getafe 3-1 pada partai final di Vicente Calderon guna merengkuh gelar juara Copa del Rey. Trofi Copa del Rey untuk ketujuh kalinya yang dibawa pulang untuk dikoleksi anak-anak Los Che di Estadio Mestalla.
Kedua adalah Bayern Muenchen. Untuk ke-14 kalinya Piala Jerman berhasil diraih oleh Bayern Muenchen. Di pertandingan final melawan Borussia Dortmund, dua gol Toni mengantarkan klub berjuluk FC Hollywood tersebut meraih gelar Piala Jerman.
Dan yang ketiga adalah PSV. PSV Kembali kembali menjuarai Eredivisie. Dengan gelar ini, PSV telah mempertahankan gelar juaranya selama empat tahun berturut-turut (2005-2008). Ini adalah kali kedua, PSV mampu mempertahankan rekor empat gelar juara berturut-turut setelah mengalahkan Vitesse Arnhem. Prestasi serupa pernah dicatatkan PSV pada tahun 198-1989.
Satunya simbol kemapanan, dan perwakilan kaum elite kelas atas. Yang lainnya perwakilan kaum buruh dan masyarakat pinggiran. Masih kurang lagi ? Sang kaum elite adalah kota industri yang besar. Sedangkan kaum buruh terdapat di kota pelabuhan.
19 tahun 6 bulan dan 6 hari, adalah waktu yang dibutuhkan seorang pemuda keturunan Indonesia, untuk melakoni partai penuh professionalnya di Liga Utama Eropa.
Indonesia, sepatutnya merasa bangga. Sumber daya manusianya boleh dikata cukup berkualitas. Bahkan beberapa diantaranya juga bersinar di negeri asing, tak terkecuali cabang olahraga sepakbola.
Yang muda, yang bergaya… No folks, we’re not talking bout lifestyle and fashion. This article is pure about football star.
Shock defeat yang baru saja dialami oleh PSV Eindhoven di kandangnya sendiri, 0-4 oleh Roda JC Kerkrade, tidak terlalu mengusik hati saya.
Jika anda menyaksikan pertandingan Ajax vs Roda JC, rasanya, kita perlu angkat topi untuk seorang pemuda bernama 


