Archive for the 'AFC Asian Cup' Category

Coaching License

(Ditulis oleh Dandy)

Langkah awal yang bagus bagi BPSI (Badan Pelatih Sepakbola Indonesia) dengan menyelenggarakan kursus lisensi kepelatihan d,c,b nasional dan AFC. Apalagi kursus itu langsung ke daerah-daerah dan ditangani pengda. Tentunya itu akan bagus sekali dan akan meratakan ilmu kepelatihan yang baik dan benar secara resmi. Kedepannya saya harap PSSI mewajibkan semua pelatih klub yang ada di Indonesia dan terdaftar di pengda masing-masing harus sudah mempunyai lisensi kepelatihan yang resmi dari PSSI khususnya bagi pelatih-pelatih junior klub, mungkin tidak bisa dilaksanakan sekarang, tapi tentunya dengan seiring waktu dengan terus diadakannya lisensi kepelatihan ini. Tetapi mungkin ada beberapa hal yang saya nilai masih kurang menyeluruh baik dari segi prosedur, sasaran, dan sumber daya manusia.

Pertama adalah prosedur. Yang saya tahu jika seseorang akan mengikuti lisensi kepelatihan, ada syarat-syarat tertentu yang harus di penuhi seperti harus pernah melatih minimal sekian tahun dan sebelumnya harus mengantongi lisensi dibawah. Contohnya jika mengambil lisensi A maka sebelumnya harus mengantongi lisensi B. lalu setahu saya jika lisensi AFC prosedurnya adalah harus pernah melatih suatu klub minimal 6thn dan harus bersertifikat lisensi kepelatihan tertinggi di negaranya. Ilmu pasti saja tidak akan cukup agar mengetahui situasi dan kondisi di lapangan maka pengalaman lah yang dapat membantu, seperti kata pepatah “pengalaman adalah guru yang terbaik” itu memang benar dan diburuhkan seorang pelatih sepakbola. Intinya, semua butuh proses dan tidak akan berhasil dengan cara instant.

Read more »

Indonesia vs Australia: Untung Lawan Lapis 2

Mungkin sudah sedikit basi, tapi pertunjukkan Indonesia dan Australia tadi malam cukup menghibur dan membuat jantung berdebar-debar. Pertandingan Indonesia melawan Aussie walau hanya menghasilkan angka kacamata tapi menurut Raman Sudin, seorang Milanisti Indonesia yang pernah diwawancara Bolanova.com, sudah cukup menunjukkan permainan terbaik. Raman, yang saat ini bekerja di Pecenongan, memberikan sedikit komentar atas pertandingan tadi malam. Berikut obrolannya:

Bolanova: Boleh minta komentar atas pertandingan Indonesia vs Australia ?
Raman Sudin: Sebenarnya melawan pasukan Australia yg notabene pemain-pemain ’lapis 2’ semalam, Indonesia bisa menunjukan permainan yang baik. Terlihat dari beberapa kali serangan-serangan dari Indonesia. Cuma sayang seperti biasa, gak bisa memanfaatkan peluang dengan baik..

BN: Seandainya pasukan aussie yang main adalah lapis 1, gimana jadinya? kira-kira, bisa nunjukin yang sama dengan tadi malam?
RS: Kalo lapis 1? abissssssss!!!
Ga kebayang kalau ada Kewell, Cahill, Mark Breciano, Viduka

BN: Kenapa Bendol memasang BP dimenit 70?
RS: Udah betul…BP peformanya lg menurun akhir-akhir ini. Masih mending Boas yang di pasang. Punya speed & skill yang baik.

BN: Terakhir, siapa pemain terbaik dari timnas tadi malam?
RS: Boas..

BN: Ok deh.. thanks buat tanya jawabnya
RS: Sip

Pendapat Orang Denmark Tentang Timnas Indonesia

(Ditulis oleh Luzman Rifqi Karami)

TIMNAS INDONESIAMelihat prestasi timnas Indonesia, saya selalu saja merasa prihatin. Betapa tidak negara ini begitu besar dan penduduknya sangat mencintai sepakbola. Begitu ada pertandingan sepakbola, stadion selalu penuh, dukungan tak henti selalu ada baik itu untuk klub atau timnas. Namun prestasi seolah tak mau mendekati pasukan Merah Putih.

Saat Piala Asia 2007, secercah harapan muncul. Walaupun gagal lolos penyisihan grup, timnas mampu tampil memukau. Bahrain mampu dikalahkan. Arab Saudi dan Korea Selatan dipaksa bekerja keras dan hanya sanggup menang tipis saat melawan timnas. Namun setelah itu harapan yang muncul kembali menguap seiring prestasi timnas yang makin menukik. Saat melawan Suriah di Kualifikasi Piala Dunia 2010 timnas 2 kali takluk. Di Jakarta takluk 4-1, dan di Suriah ketika hanya menurunkan tim U-23 timnas keok 7-0. Sungguh memalukan. Sempat menjadi juara Piala Kemerdekaan, namun saya rasa itu tidak membanggakan. Indonesia hanya menang WO dari Libya.

Read more »

Baghdad FC

iraq-soccer.jpgDitulis oleh Ubaidillah Nugraha

Banyak ilmuwan dan sejarawan sepakat menyebut Irak- dengan ibukotanya di Baghdad yang berada kawasan lembah Sungai Tigris dan Eufrat -sebagai tempat lahirnya peradaban dunia.

Begitu banyak cendekiawan dan budayawan yang berpengaruh pada sejarah ilmu pengetahuan lahir di sana, kita bisa sebut beberapa diantaranya antara lain Ibnu Irak (Astronom dan Matematikawan), Abdul Latief (ahli kedokteran dan anatomi) dan Almas’udi (Sejarawan).

Read more »